Tentang Ikan, Negara dan Kamu

October 02, 2012



Berbicara gemar makan ikan kita akan berbicara tentang pola konsumsi makan ikan di indonesia, menurut data dari KKP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan tingkat konsumsi ikan nasional tahun ini baru mencapai 30,48 Kg per kapita per tahun yang artinya masih dibawah tingkat konsumsi ikan menurut pola pangan harapan sebesar 31,40 kg per kapita per tahun (okezone 2011). Pola konsumsi ikan kita ini masih cukup jauh denan konsusi ikan di jepang dengan rata-rata konsumsi ikan 60kg per tahun dan bila di bandingkan dengan negara tetangga kita yang sudah mencapai sekitar 37 KG per tahun.
melihat perbedaan kondisi tersebut seharusnya indonesia yang notabene negara kepulauan harusnya memiliki tingkat konsumsi ikan di negara ini cukup meningkat. Indonesia memiliki Luas Perairan 2/3 dari Luas Indonesia sedangkan Luas Lahan Aquakultur 28,5 juta Hektar Produk Budidaya 7,4juta ton (Ind/2009). Menurut Dirjen P2HP Saat ini Penjualan produk ikan olahan masih sangat rendah, kurang 15% dari total produksi perikanan di Indonesia yang mencapai 12,39 juta ton. Produksi ikan yang diolah 23-47% lebih Sisanya dijual dalam bentuk segar atau diekspor. saat ini cara pengolahan tradisional dominan dibandingkan dengan cara moderen. Seharusnya kita dapat memenuhi pola konsumsi ikan di dalam negeri sendiri. Pada saat ini permintaan domestik banyak di minati oleh keluarga, hotel dan industri-industri perikanan. Permintaan produk olahan saat ikan saat ini sangat besar di sebagian kota-kota besar di indonesia.

Pada saat ini kita sebagai mahasiswa perikanan seharusnya bisa melihat potensi-potensi perikanan kita yang sangat besar. Kita harus siap berperan dalam peningkatan pola konsumsi ikan. Ketika kita akan berbicara tentang pola peningkatan konsumsi ikan kita harus melihat sudah sejauh mana dan optimalnya seluruh stakeholder yang berperan di bidang ini. Pemberian produk diversifikasi terhadap pengolahan ikan dapat menjadi salah satu cara menjadikan penambahan pola konsumsi ikan kita. Perubahan mainshet kita terhadap produk ikan haruslah di rubah. Misalnya produk ikan patin kita yang biasanya di jadikan dalam bentuk segar dapat kita fillet dagingnya sehingga dapat menambah nilai jual produk tersebut dan dapat memudahkan dalam mengkonsumsinya Tapi jangan di tinggalkan pula produk olahan tradisional kita seperti ikan asin, terasi , ikan pindang dan produk-produk tradisional lainya. Produk-produk tradisional kita dapat menjadi brand yang baik di dalam negeri kita bila dapat di olah dengan baik dan di managerial dengan baik. Namun ketika kita harus berbicara pada pola peningkatan konsumsi ikan jangan melupakan para konsumen kita. . Karena pada saat ini pola pikir masyarakat kita beranggapan bahwa makan ikan tuh ribet, susah , dan banyak durinya. Maka mulai saat ini kita harus mengubah pola pikir masyarakat, bahwa ikan itu tak hanya di goreng, di bakar ataupun di pepes. Peningkatan pola konsumsi ikan memiliki hubungan yang sangat erat dengan masalah ekonomi, budaya dan politik dari negeri kita Oleh karena itu kita semua para stakeholder yang berperan dalam meningkatkan pola konsumsi ikan, harus bersinergi bersatu dan berkerja sama untuk memenuhi konsumsi ikan kita. Jangan sampai kalah dari negara tetangga kita yang luas lautanya lebih kecil dari kita namun memimiliki angka konsumsi ikan yang cukup baik. AYO Makan IKAN itu Bikin kita sehat, kuat dan cerdas. terimakasih


You Might Also Like

0 komentar

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh