Nelayanku kini??

5:50 AM


Nenek moyangku orang pelaut
Gemar mengarung luas samudera
Menerjang ombak tiada takut
Menempuh badai sudah biasa
Angin bertiup layar terkembang
Ombak berdebur di tepi pantai
Pemuda berani bangkit sekarang
Ke laut kita beramai-ramai

masih ingat lagu itu?? lagu yang dulu pernah temen2 dengarkan pas jaman kecil.. apakah lagu itu masih bisa di banggakan saat ini?? pelaut

Nelayan adalah suatu kelompok masyarakat yang kehidupannya tergantung langsung pada hasil laut, baik dengan cara melakukan penangkapan ataupun budidaya. Mereka pada umumnya tinggal di pinggir pantai, sebuah lingkungan pemukiman yang dekat dengan lokasi kegiatan. Kehidupan nelayan sampai saat ini belum dapat dikatakan layak bahkan jauh dari kata sejahtera. Jumlah nelayan miskin di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 7,87 juta orang atau 25,14 persen dari total penduduk miskin nasional yang mencapai 31,02 juta orang. Jumlah 7,87 juta orang tersebut berasal dari sekitar 10.600 desa nelayan miskin yang terdapat di kawasan pesisir di berbagai daerah di tanah air.

wah kenapa seh nelayan miskin???
negara kita negara maritim yang pasti lautan kita itu luaaaasss... wah kalo lautan luas kok masih miskin juga nelayan??

nelayan miskin ada beberapa faktor..
faktor pertama berkaitan dengan teknologi. berapa banyak nelayan kita yang memanfaatkan teknologi?? ga usah dengan teknologi mutakhir. berapa banyak nelayan yang paham dengan pengunaan GPS.. berapa kapal nelayan yg d atas 30GT?? Sejauh ini nelayan masih tergolong tradisional.  Pada tahun 2010, dari 590.352 kapal ikan Indonesia, hanya 6.370 unit kapal (kurang dari 2%) yang tergolong modern (kapal motor berukuran di atas 30 GT). Sedangakan kapal motor yang beroperasi sebanyak 155.992 unit (26%). Selebihnya, 238.430 unit (40%) berupa perahu motor tempel (outboard motor) dan 189.630 unit (32%) berupa perahu tanpa motor yang hanya menggunakan layar dan dayung (KKP, 2010). Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa nelayan Indonesia mayoritas adalah nelayan tradisional dimana hanya mengandalkan perahu motor tempel dalam melaut. Tidak hanya itu, nelayan di Indonesia minim sekali yang menggunakan GPS  (Global Positioning System). Padahal GPS ini sangat membantu sekali dalam kegiatan melaut. Dengan menggunakan GPS seorang nelayan dapat menentukan posisi mereka dan dapat secara mudah mengetahui keberadaan ikan di laut.(tribun news) waw sekali data di atas...
faktor kedua.. latar belakang pendidikan nelayan.. banyak nelayan yang tidak bisa baca-tulis huruf... banyak nelayan yang kurang memperdulikan pendidikan bagi keluarganya.. wah2 bagaimana nelayan bisa menggunakan teknologi yang canggih untuk baca dan tulis aja mereka susah..
faktor ketiga.. ketersediaan akses untuk mendapatkan hasil tangkapan dan harga di pasar.. para nelayan terbentur dengan para tengkulak2 dalam menjual hasil tangkapanya.. lalu akses untuk menjual mereka tidak tau..

wah ada 3 masalah?? kayaknya masih banyak lagi deh...
sekarang apa yang kita bisa bantu??hanya diam saja??
bengong??
sibuk ngurusin kuliah??
dagangan??
hehhe..

ok faktor pertama pemerintah saat ini sedang merealisikan pembagian kapal2 besar kepada nelayan kalo ga salah ada 1000kapal.. tapi apakah itu cukup??
tidak nelayan d berikan kapal besar tanpa dengan pemberian infranstruktur yang laen menunjang kegiatan itu sama ja bohong.. di berikan kapal 30 GT dengan pealbuhan yang kecil, dengan biaya bensin dan harga yang fluktuatif.. nelayan tak bisa sempurna.. pemerintah mensurvey alat-alat dan kebutuhan nelayan untuk melaakukan penangkapan.. pemberian sistem teknologi dan penyuluhan2..

tingkat pendidikan nelayan?? kita berpangku tangan pada KKP untuk menyekolahkan anak2 nelayan?? wah sekarang saatnya kita bergerak bersama dalam itu. mari bangun pendidikan karakter. dengan program pembangunan desa pesisir berbasis sosial enterpeuneur yang mengangkat ke arifan lokal daerah tangkapan agar mereka tak hanya menunggu hasil tangkapan.. tapi mereka harus bergerak untuk membangun itu... caranya?? kita bisa membantu membuat koperasi di daerah2 sana,.. bkin inovasi yang terbarukan untuk mengembangkan itu... pasti pada mikir ah dana ga ada itu.. wah kita bisa ikut lomba2 kok.. apalagi sekrang banyak CSR2 yang membuka kesempatan itu untuk daerah nelayan..

Pemerintah diharapkan dapat memediasi antara para nelayan dan pedagang (tengkulak) sehingga harga ikan dapat lebih baik. Menurut penulis, sebaiknya pemerintah memberikan standar harga dalam setiap ikan yang dijual berdasarkan kualitasnya. Harapannya ikan yang dijual oleh nelayan dapat dibeli oleh pedagang dengan harga yang lebih layak. Selain itu untuk mengendalikan kegiatan rantai pemasaran yang terlalu panjang sebaiknya pemerintah mengambil alih dan mengendalikan pasar. Seperti pemerintah dalam mengendalikan harga gabah di petani dimana ada bulog yang menjadi salah satu mesin penyelamat harga gabah.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh