Kembalikan Gaya Hidup Sehat Untuk Cegah PTM (Penyakit Tidak Menular)

June 27, 2019

Penyakit itu ada banyak macamnya, ada yang menular dan tidak menular. Temen-temen ada yang tau tidak penyakit tidak menular dan menular itu apa?? Kalau penyakit tidak menular itu seperti diabetes, paru-paru dan banyak lainnya. Sedangkan kalau penyakit menular itu seperti difetri, TB (tuberkolosis) dan banyak lainnya.

Ngomongin penyakit tidak menular ini adalah penyakit yang menjadi momok menakutkan loh. Ada beberapa hal yang menyebabkan penyakit tidak menular ini yaitu Penyebab Penyakit Tidak Menular (PTM) antara lain: melakukan diet yang salah, kurang berolahraga, minuman beralkohol, merokok, obeditad hyperglikemia, hipertensi, kelebihan kolesterol, sakit yang ditimbulkan akibat cidera juga kecelakaan.

Kebetulan saya 18 dan 19 Juni 2019 kemarin mengikuti kegiatan temu Blogger Keshatan dari kemenkes tentang “Cegah dan Kendalikan PTM” dengan tema Jangan Biarkan Rokok Merengut Nafas Anda. Acara ini diisi dari berbagai pihak di hari pertama lalu di hari kedua ada kunjungan ke rumah sakit.

Umur kematian orang biasanya di umur 70 tahun namun saat ini umur kematian makin maju dan makin tidak normal. “Hal ini disebabkan dengan gaya hidup kita yang semakin tidak sehat” ujar dr. Theresia Sandra dari kemenkes. Umur kematian sampai menjadi premature saat ini yang diakibatkan oleh penyakit tidak menular (PTM). Penyakit yang banyak diderita itu antara lain stroke, TBC, Jantung, Diabetes dan Paru-paru.

Berbagai macam penyakit ini memang dimulai dari kebiasaan hidup kita. Perubahan teknologi juga menjadikan gejala PTM ini mulai memasuki kehidupan. Kurangnya gerak dengan mudah kita mengerjakan sesuatu hanya melalui gadget kita. Merokok, gula, garam, lemak, berlebihan, minuman manis , obesitas, aktivitas fisik kurang, menjadi faktor resiko PTM. Kenaikan prevalensi penyakit tidak menular ini berhubungan pula dengan kebiasaan merokok, minum alkohol, kurang aktivitas fisik, dan kurang mengonsumsi buah dan sayur.

Lalu untuk sehat kita juga harus melihat konsumsi makanan kita. Tidak hanya diet tapi juga melihat asupan makanan kita. Ada Dr Rita seorang nutrisionist yang membagikan ilmunya pada kegiatan ini. “PTM itu berhubungan dengan keseimbangan gizi, faktor resiko PTM makin meningkat misalnya obesitas,aktiv fisik kurang” ujar Dr Rita.

Zat gizi yang masuk kedalam tubuh kita itu ada dua yaitu makro dan mikro. Untuk makro ada itu karbohidrat, protein, lemak, dan air untuk sumber energi dan lemak. Asupan gizi dan aktivitas fisik sangat penting untuk mencegah PTM ini. Apalagi aktivitas fisik yang sangat disenangi oleh kita.

Aktivitas fisik juga tidak main-main. Kita harus melihat kebugaran kita. Apalagi kalau kita memaksakan untuk aktivitas berlebih malah nantinya membuat kita makin nambah nafsu makannya “ aktivitas jangan terlalu berlebihan yang penting kita cukup untuk kebugaran” ujar Dr Rita 

Pemateri terakhir ada Mas Bagja Hidayat dari Tempo yang juga pemerhati tembakau di Indonesia. Menurut Mas Bagja “ untuk menjelaskan sesuatu kita harus mulai dengan cerita, tak enak orang mendengar atau membaca sesuai data”. Story Telling adalah hal yang penting dalam memberikan pemahaman tentang medis atau apapun itu.

Apa itu Diabetes Melitus dan Penyakit Ginjal

Hari kedua kamipun dibagi mengunjungi beberapa rumah sakit yang ada. Saya bersama beberapa blogger mendapatkan kunjungan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Di rumah sakit ini kami akan mendapatkan informasi tentang penyakit diabetes melitus dan ginjal. Oh iya Rumah Sakit CIpto Mangunkusumo ini ternyata menjadi rumah sakit rujukan nasional loh. Jadi nanti bila ada pasien di daerah yang tak tertangani bisa dikirim kesini.

Menjadi salah satu rumah sakit tertua di Indonesia, RS ini mempunyai peralatan teknologi yang memadai. Mulai dari service hingga peralatan yang bagus sudah ada di rumah sakit ini. Rumah Sakit ini berharap tidak ada yang tertolak karena biaya, karena Indonesia sudah memiliki JKN.

Saat disini saya belajar banyak tentang Diabetes Melitus dan Ginjal. Saat hadir pertama kali saya ditemukan oleh Dr Imam . beliau ini merupakan salah satu dokter yang menangani pasien diabetes. Menurut Dr Imam “Kendali diabetes adalah keberhasilan terapi dengan penyandang diabetes di bawah 7%”

Jadi diabetes ini masih susah disembuhkan namun bisa ditangani oleh kita sendiri. Masalah diabetes sangat menurunkan produktivitas di dalam negeri.. karena penderita di umur 45-70th. DM itu ada 2.. ada DM 2, yang dimulai dari umur dewasa, berat badan normal, tidak tau orang skit, karena resistensi insulin. DM 1, biasanya masih muda, badan kurus, tipe mudah sakit, tidak ada insulin sama sekali.

Menurut Dr. Imam ada beberapa gejala orang diabetes yaitu :

1. awalnya gemuk trus langsung turun

2. kalau malam sering buang air kecil

3. tidak berubah menjadi energi sering lapar

nah kita ada kaya gitu ga guys? Kalau ada gejala kaya gitu siap-siap periksa ya, karena DM ini merupakan penyakit turunan.

Selepas dari mendengar tentang diabetes militus kami pun berkunjung ke tempat pencucian darah. Eh bener ga sih pencucian darah itu? Nah ternyata pencucian darah itu adalah kata yang salah dan sekarang harusnya kita menyebutnya dengan Hemodialisis. 

Hemodialisis berasal dari kata “hemo” artinya darah, dan “dialisis ” artinya pemisahan zat-zat terlarut. Hemodialisisberarti proses pembersihan darah dari zat-zat sampah, melalui proses penyaringan di luar tubuh. Jadi guys ganti kata cuci darah yang dengan hemodialisis.

Dibagian ginjal ini saya bertemu dengan pasien yang harus melakukan hemodialisa. Pasien ini baru mengetahui terkena penyakit darah tinggi saat sudah dewasa dan sekitar 2016. Pasien saat ini harus melakukan hemodialisa setiap 6 bulan sekali agar darah yang ada di bersihkan.

Menurut Dr. Suhardjono dari penyakit dalam “ sekarang pengobatan dengan hemodialisis ini sudah tertangani oleh JKN jadi para pasien bisa gratis dalam melakukan hemodialisis” penyakit-penyakit ini bisa dikurangi dengan memperbaiki asupan makanan dalam tubuh kita dan kita kembali ke hidup yang sehat.

Setelah puas melakukan kunjungan ke RS Cipto Mangunkusumo kami pun kembali menuju ke kemenkes untuk mendapatkan mater terakhir dari Kang Arul tentang media social. Pada materi ini kita diajarkan bagaimana membuat konten yang menarik dalam media social terutama untuk pihak rumah sakit agar bisa menjadi info utama di rumah sakit tersebut.

Jadi gimana gengs sudah siap hidup sehat??




You Might Also Like

0 komentar

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh