Aceh "The Light of Paradise" , Siap Mewarnai Dunia Wisata Indonesia

December 24, 2019

Ke aceh?? Yeaah saya sih udah pernah waktu tahun 2014 lalu. Waktu itu karena tugas di sumatera utara dan memang dekat sekali dengan Aceh. Yaaa kurang lebih 4 jam perjalanan sampai di perbatasan aceh kalau untuk ke banda aceh 7 jam lah sampai kotanya.

Tanggal 21 desember kemarin kebetulan saya hadir dalam acara forum Silaturahmi Aceh Meusapat II, di Aula Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Jakarta Pusat. Acara ini hadir juga PLT gubernur Aceh Bapak Novriansyah serta beberapa pembicara dari Parekraf, Kadis Pariwasata Banyuwangi, Traveloka dan penggiat desa wisata.

Aceh memang sudah terkenal akan wisatanya namun masih banyak yang belum dimaksimalkan potensinya. Hanya beberapa yang terkenal seperti pulau Sabang, Kota Banda Aceh, pulau banyak. Padahal masih banyak objek wisata yang bisa ditingkatkan maka dari itu pak gubernur memasukan  15 program unggulan yang saat ini tengah dikembangkan Pemprov Aceh,salah satuya adalah membangun sektor pariwisata yang dipadukan dengan pengembangan usaha kreatif masyarakat.

"Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh mengidentifikasi, setidaknya ada 797 objek wisata serta 774 situs dan cagar budaya yang tersebar di 23 Kabupaten/kota di seluruh Aceh," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT saat membuka kegiatan Forum Silaturahmi Aceh Meusapat II, di aula kantor Badan Penghubung Pemeritah Aceh, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Desember 2019.

Wow banyak juga neh.. kalau saya baru beberapa yang didatangin. Selain pariwisata, aceh juga banyak memiliki ragam budaya dan seni. Seperti tarian, adat istiadat, sastra, seni lukis, maupun kegiatan spiritual yang begitu menarik bagi masyarakat dunia. Semua keindahan itu, ujarnya sangat mudah untuk dinikmati, karena aksesibilitas menuju tempat-tempat wisata di Aceh sangat mudah.
Aceh saat ini mulai berbenah dan memperbaiki pariwisatanya. Mereka mulai belajar dari Bali dan Banyuwangi yang berkembang pariwisatanya. “Banyuwangi maju pesat otomatis ikut berdampak pada kehidupan masyarakat di Banyuwangi. Dulunya banyak tempat yang terbengkalai “ Ujar  kadispar Banyuwangi saat pemaparan diskusi.

Pariwisata memang menjadikan tempat yang baik. Namun setiap destinasi ada pengalamamn yang diberikan kepada wisatawan. Menurut pak Yogantoro dari Desa Wisata, menjelaskan bagaimana  keberhasilan desa Kendal dengan hanya menonjolkan kehidupan  sehari-hari, namun kesederhanaan itu yang membuat para touris tertarik dengan wisata desa tersebut. Maka dari itu harus banyak pengalaman yang diberikan kepada wisatawan.

Pada tahun 2018, misalnya,kunjungan wisatawan ke Aceh mencapai 2,5 juta orang atau naik sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya. Untuk tahun 2019 ini, kunjungan itu diperkirakan mencapai 3 juta orang. 
"Terpilihnya Aceh sebagai “World’s Best Halal Cultural Destination” kian mendorong kami untuk lebih bersemangat membenahi berbagai fasilitas wisata itu. Dengan demikian, wisata Aceh mampu meraih Peringkat terbaik pada Global Muslim Travel Index (GMTI) 2020” ujar bapak Plt gubernur dalam sambutanya

Acara ini juga menampilkan travel mart dari beberapa agensi travel yang menjual wisata aceh. Ada juga stand kopi aceh dan mie aceh yang merupakan makanan khas dari aceh. Jadi saat acara itu juga benar-benar mengenalkan aceh. 

"Masukan dari para akademisi, pengelola usaha pariwisata dan para traveller juga sangat kami harapkan. Dengan demikian, upaya kita untuk mempopulerkan branding ‘The Light of Aceh’ atau ‘Cahaya Aceh’ dapat menuai hasil yang memuaskan," jelas dia.

Terakhir, Nova mengatakan Pemerintah Aceh akan bertekad menjadi salah satu daerah yang memberikan kontribusi dalam memajukan sektor wisata di Tanah Air kita.
So kapan kita ke aceh??

You Might Also Like

0 komentar

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh