“SIMPATI”

December 07, 2008




“SIMPATI”

Pilihan atas nama iman bukanlah suatu yang mudah Ikhwatifillah, pilihan atas iman pernah dengan ujian setiap detik, setiap waktu kita penuh dengan pilihan-pilihan. Test case dari Allah untuk melihat makhluk yang benar menjadi hamba yang sebenarnya. Pilihan atas nama iman pertentangannya adalah diri sendiri. Jika musuh tampak maka lebih mudah untuk dilawan.

Bagaimana jika musuh berselimut hati??? Kepada sesuatu yang melenakan. Dilawan, dibiarkan atau menjadikannya teman.

Dikala kelelahan berjuang,disaat penat disibukan…..“Marahnya dan candanya menyenangkan”….. ”Sapaannya menentramkan” ….. “Senyumnya mencerakan dunia”…..”Kata-katanya terngiang selalu”dan….. ”Kebersamaan begitu bermakna” ….. ASTAGHFIRULLAH……………………

Ikhwatifillah….. menyayangi, disayangi, perhatian, diperhatikan ….. hak-nya jiwa. Bolehkah mendapatkannya??? .... tentu saja boleh hak tersebut terpenuhi. “Bagaimana tidak inginnya hati terisi.” Hidup terasa begitu indah ….. “Bagaimana tidak inginnya jiwa terperhatikan.” Maka ….. tanyakan ia “Wahai jiwa,siapa yang ingin memenuhi jiwamu?”

“Ukh…..bagaimana denganmu? Siapa yang memenuhi jiwamu?” Seseorang akh sholeh yang tilawahnya begitu indah,bicaranya begitu bersahaja, sapaannya begitu santun, sms tausyiahnya, yang tampil dengan retorika, memimpin, dan cukup berwibawa. Diakah yang engkau kehendaki mengisi jiwamu wahai ukhti….. seberapa pun inginnya engkau ukhti, jangan lemah di depan akh yang belum halal bagimu. JANGAN MANJA,JANGAN MENGGODANYA!!!

“Akh…..bagaimana dengan engkau??? Siapa yang engkau kehendaki untuk mengisi jiwamu…..???” Ukhti sholehah yang auratnya tertutup hijab, tersenyum manis, berbicara lembut yang dahulu engkau begitu tak berani memandang wajahnya….. setelah berapa lama, biasalah engkau menyapanya, menanyakan kabarnya, kesehatannya bahkan tak ragu lagi engkau bersenda gurau mencurahkan perasaan hati dan jiwa antum??? Siapa??? Pastikan engkau mendapat jawabnya. Akhi….. sadarkah dengan begitu ENGKAU MERENDAHKANNYA (menyamakannya dengan waniti jahili yang mudah dirayu) seorang ukhti yang belum halal bagimu. Engkau telah MENGHINAKANNYA!!! MELECEHKANNYA!!! dan TIDAK MEMULIAKANNYA.

Sebegitu rendahnya engkau menghargai jilbab seorang ukhti. Jilbab yang membedakan dari wanita kebanyakan yang mudah dipandang, yang mudah dirayu, yang mudah untuk digoda, dan berzina???!!! Naudzubillahh.

Jika pun begitu inginnya hak jiwa terpenuhi, maka berpuasalah karena belum mampunya engkau. Jika sudah bersegeralah engkau, tentu itu lebih mulia…..

Jiwa itu liar! Setan memprovokasi manusia untuk melakukan tindak kejahatan, dunia bersolek indah, hawa nafsu sering tampil sebagai pemenang. Jika kita mampu menundukkannya (dunia, syetan, hawa nafsu) kita lebih mudah menundukkan jin dan manusia.

Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat kepada jasad kalian juga bentuk fisik kalian namun ia hanya melihat kepada hati kalian (HR.Muslim)

Ikhwatifillah…..sadarlah cinta yang hadir bukan untuk dimatikan, bukan pula dihamburkan, namun dikendalikan. Ada cara layak bagi para aktivis da’wah. Antum ingat,antum adalah seorang yang membawa misi suci da’wah…..maka sucikan hati antum, betapa pun ingin kebutuhan jiwa terpenuhi.

Yakinlah akan Allah SWT pemilik tiap jiwa, yang merajai cinta, yang tidak pernah luput memperhatikan hatimu….. jikapun datang waktu terpenuhinya kebutuhan jiwa maka tidak dapat sedikit pun kau perlambat dan tidak pula dapat kau percepat KEBERKAHAN DA’WAH TERPENGARUHI BAGAIMANA KEIMANANMU. Misi suci da’wah jangan kau nodai oleh nafsumu. Benturkanlah keingananmu pada tanggung jawab mulia. Allah…..benturkanlah dan cukup SIMPATI.

Dan ada pun orang yang takut pada kebesaran tuhannya dan

Menahan dirinya dari keinginan hawa nafsunya maka

Sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya (QS An Naaazi’at :40-41)

You Might Also Like

0 komentar

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh