who is pangeran jayakarta

March 15, 2013

menyebut nama PANGERAN JAYAKARTA mungkin orang-orang akan berpikir bahwa dia adalah orang yang memegang kendali jakarta pada masanya...

banyak yang tidak tahu tentang keberadaan terakhir dari sang pangeran karena banyak hal yang mengaburkan kehidupan beliau pada saat terakhir kehidupan beliau..

Menurut cerita sal-usul Pangeran Jayakarta masih samar. Dalam situs internet Pemerintah Jakarta Timur disebutkan, Pangeran Jayakarta adalah nama lain dari Pangeran Achmad Jakerta, putra Pangeran Sungerasa Jayawikarta dari Kesultanan Banten. Namun ada juga yang menganggap Pangeran Jayakarta adalah Pangeran Jayawikarta. Menurut Hikayat Hasanuddin dan Sajarah Banten Rante-rante yang disusun pada abad ke-17 (yaitu sesudah Sajarah Banten, 1662/3), Pangeran Jayakarta atau Jayawikarta adalah putra Tubagus Angke dan Ratu Pembayun, puteri Hasanuddin, anak Sunan Gunung Jati. Menurut Adolf Heukeun SJ dalam buku Sumber-sumber Asli Sejarah Jakarta Jilid II, silsilah ini tidak sesuai dengan sumber-sumber sekunder lain karena sumber-sumber yang digunakan oleh hikayat mengandung banyak cerita dongeng Meski Belanda datang lagi dengan bantuan tentara dari Ambon dan berhasil merebut Jayakarta dan mengganti dengan nama Batavia.

Karena terdesak Pangeran Achmad Djakerta (Pangeran Jayakarta) dan pasukannya bergerak mundur ke timur hingga daerah Sunter, lalu ke selatan.

Sambil terus bergerak ke selatan, ketika itu Pangeran Jayakarta membuang jubahnya ke sebuah sumur tua. Ini untuk mengelabui VOC yang akan mengira Pangeran Jayakarta telah tewas ke dalam sumur tua itu.

Benar saja, pasukan Belanda meyakinkan kalau sang pengeran telah masuk sumur dan meninggal dunia. Mereka kemudian menghentikan pengejaran dan menimbun sumur dengan tanah.

Beberapa cerita lain menyebutkan bahwa pangeran Jayakarta gugur dalam pertempuran itu. Akan tetapi, ada pula kisah yang menyebut beliau berhasil lolos dari maut.
Kisah ini memang ada beberapa versi, termasuk yang bernuansa gaib, yang menyebut bahwa, saat dikejar Belanda,


Pangeran Jayakarta tiba-tiba menghilang di sebuah sumur di daerah Angke. Kemudian muncul lagi di Mangga Dua.
Pada keadaan lain, situasi tidak memungkinkan bagi Pangeran Jayakarta dan sisa pengikutnya untuk kembali, mereka memutuskan untuk berjalan terus ke selatan. Sampailah mereka pada sebuah hutan jati di tepi Kali Sunter yang membelah hutan, yang kemudian dikenal daerah Jatinegara Kaum, dan memutuskan untuk tinggal.

Permulaan tahun 1620, Pangeran Jayakarta kemudian membangun masjid dekat Kali Sunter. Kegunaan masjid ini untuk menggalang kekuatan kembali.

Sebelum bernama Masjid As-Salafiyah, masjid ini dikenal dengan sebutan Masjid Pangeran Jayakarta. Puluhan ulama, tokoh masyarakat dan jawara seringkali berkumpul di masjid ini menyusun strategi perjuangan dan dakwah Islam.

Pada tahun 1940 M Pangeran Jayakarta meninggal dunia dan dimakamkan dekat Masjid Assalafiah bersama para keluarga dan pengikutnya.

Nah pada tau ga makam ini terletak di deket rumah saya dan tidak lebih dari 500meter
keberadaan makam tersebut mungkin tak banyak di ketahui oleh banyak orang.. 
Makam yang terletak di Jl, Jatinegara Kaum no 20B RT06 RW03 keluarahan jatinegara kaum kec pulogadung ini padahal terletak di pinggir jalan raya jatinegara kaum dan di sekitar sana ada 2 makam adiknya yaitu pangeran sanghyang dan makam pangeran sageri...
neh posisinya liat disini



nah ini poto penampakan makamnya dan masjidnya...

You Might Also Like

0 comments

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh