Backpacker ke Pulau Seribu Cuma 100 ribu (part2) : Hopping Island di Pulau Harapan

September 06, 2017


Ahhaha banyak banget yang respon tentang tulisan sekuel pertama gue . Masih banyak yang bertanya gimana gue cara pulangnya dari pulau Kelapa. Sebelum berlanjut bagaimana gue pulang karena tulisan ini masih ada 1000 kata lagi jadi mari nikmati perjalanan liburan tipis-tipis gue. 



Pertemuan dengan bapak H. Udin yang sedang membawa tamu membuat gue terbuka. Ternyata eh ternyata pulau Kelapa itu menyambung dengan pulau Harapan hanya di pisahkan dengan jalan saja dan kalau jalan kaki tidak sampai sejaman cukup berjalan 1km dari dermaga ferry pulau Kelapa sampai deh di pulau Harapan. 

Stom ke-3 dari kapal ferry membuat gue kembali ke dalam kapal dan membangunkan caca yang masih saja tertidur pulas, bilang kalo kita akan lanjut hopping island bareng dengan rombongan H. Udin menuju pulau sekitar gugusan pulau Harapan. Caca dengan setengah sadar bilang “hah kita ke pulau Harapan tapi kan kita ke Pulau Kelapa bang doel, nanti nyebrangnya bayar berapa karena duit pas-pasan di tambah caca tadi makan nasi goreng di kapal”. Singkat cerita gue kasih tau tentang gimana posisi pulau Kelapa dengan Pulau Harapan yang di beritahukan pak Udin. Kapal telah merapat ke dermaga cinta pulau Kelapa akhirnya gue bergegas turun untuk bersama-bersama rombongan pak Udin.
 
dermaga kapal ferry tepat di depan kantor kelurahan
Pak Udin ini ternyata salah satu tokoh masyarakat di pulau harapan dan bilang kepada kami untuk aman-aman saja di pulau. Kami di tanyakan akan tidur dimana karena ternyata selain rombongan tadi ada dua orang wanita yang akan ikut. Kami berdua serempak menjawab mau mencoba tidur di alam bebas karena caca udah bawa Hammock sedangkan gue enggak bawa apa-apa hanya jaket yang menemani malam nanti. Lagipula kami memang sudah niat tidak mau menyewa homestay karena ingin tidur ngampar di pulau entah di Pulau Harapan atau Pulau Kelapa sambil menunggu pagi.
 
gerbang pulau harapan
Pak Udin asik bercerita tentang pulau Harapan dan bagaimana masa lalu dia di pulau ini. Berjalan kurang lebih 15 menit akhirnya kami sampai di homestay karena saat itu jam sudah menunjukkan jam 13.00 dan kami berdua sudah kelaperan berniat mau cari makan sebelum hopping island. Namun, pak Udin menawarkan makan siang bareng saja di tawarin harga sebesar 25.000 per pax dan makan prasmanan bareng dengan tamunya. Mau di kata apa kami berdua sudah kelaperan akhirnya ya makan di tempat pak Udin lagipula udah malas juga untuk muter-muter nyari warung.

Makan siang kami dengan ikan kembung dan cumi goreng tepung membuat kami berdua cukup kekenyangan walaupun si caca enggak suka ikan tapi di makan juga. Seusai makan kami akhirnya berkenalan dengan para tamu dari pak Udin ini. Tamu pak Udin ada dua rombongan yang pertama berisi anak-anak SMA yang lagi merayakan ulang tahunya di pulau, mereka berjalan bersama orang tua dari anak yang berulang tahun. Tamu kedua yaitu dua cewek yang ternyata kakak beradik, usut punya usut mereka rencana mau kemah di pulau Semak Daun dan mau turun di Pulau Pramuka namun karena mereka duduk bareng pak Udin akhirnya mereka ngikut ke pulau Harapan setelah di tawarkan tempat menginap dan paket yang lumayan murah.

Jam sudah hampir menunjukan pukul 15.00, rombongan anak-anak SMA mulai patungan untuk membayar kapal untuk hopping island dan snorkeling. Eh akhirnya kami patungan ber 20 orang untuk satu kapal dengan harga 400.000 jadi kami membayar hanya sebesar Rp. 20.000 per orangnya dan alat snorkeling sebesar Rp.25.000 tapi kami berdua memang sudah membawa alat sendiri. Pukul 15.00 lebih kami berjalan menuju dermaga pulau Harapan, jadi inget akhir tahun 2016 mengikuti kegiatan ID corners ke pulau ini dan ceritanya ada disini.
bersama anak2 SMA

Setelah naik ke atas perahu yang akan membawa kami untuk hopping island ternyata ada tambahan dari para ABK (Anak Buah Kapal) Ferry bergabung dengan kami. Jadi di satu kapal ada sekitar 40 orang dan akan berjalan menyusuri gugusan pulau Harapan. Kapal berjalan dengan sangat lambat, menuju tempat spot pertama. Sepanjang perjalanan pak Udin bercerita tentang sejarah-sejarah pulau yang kita lewati. Pulau-pulau di sekitar ini banyak yang di sewa untuk di jadikan resort atau penginapan private dari mulai pejabat hingga artis.
banyak kapal menuju spot snorkeling


Sport pertama akhirnya kami merapat di pulau Tongkeng. Pulau yang tidak berpenghuni ini memiliki pasir putih yang bagus dan bersih. Disini rombongan mulai berenang dan bermain air. Namun ada rombongan dari anak SMA yang malah langsung loncat dari dermaga namun tidak mengetahui di bawah sekitaran dermaga banyak bulu babi. Dan akhirnyaaaa. Aw bulu babi tertusuk di kaki salah satu anak SMA ini, padahal gue sebagai alumni perikanan predikat cumlaude sudah memberi tahu bahwa banyak bulu babi sekitaran dermaga. Remaja yang terkena bulu babi ini panik dan pucat saat kembali naik dengan ada bintik hitam di sekitaran kaki akibat bulu babi. Sebenarnya untuk pengobatan pertama bulu babi ini sangat mudah yaitu dengan mengasihkan amoniak untuk menetralisir racun yang ada, dan lu tau kan amoniak yang selalu ready stock adalah dari urine kita. Jadi ingat saat kena bulu babi di sabang gue kepaksa memberikan urine gue sendiri ke kaki gue yang terkena bulu babi.
 
pulau tongkeng
Pulau Tongkeng ini mempunyai pantai yang bagus dan air laut yang jernih sehingga kelihatan dasar. Pulau Tongkeng ini awalnya adalah cottage namun sudah tidak ada yang kemari maka oleh penjaga hanya di biarkan begitu saja bangunan-bangunan yang udah rusak. Nampaknya hooping island tidak snorkeling bagai aku tanpa kamu eh pokoknya ada yang kurang deh, akhirnya gue ngomong sama pak Udin untuk pindah tempat untuk snorkeling. Akhirnya kami pindah tempat menuju sekitaran pulau Macanl yang tidak jauh dari sana.
 
pasir putih pulau tongkeng
Menemukan spot snorkeling yang kece akhirnya gue nyebur juga. Saatnya basahin insang kata gue *hehehe. Puas bermain air selama hampir setengah jam tanpa terasa senja telah datang dan langit mulai gelap. Kami bergegas naek ke perahu walau agak susah karena tidak ada tangga untuk naik akhirnya gue berhasil juga. Langit mulai menghitam dan kami kembali menuju pulau Harapan bersama puluhan kapal-kapal yang selesai snorkeling juga.

 
setelah snorkeling
Kapal merapat di dermaga pulau harapan sudah magrib kami bergegas menuju rumah pak Udin. Saat itu gue sama caca udah bingung mau bilas dimana karena memang agak susah mencari wc umum atau kita ke masjid. Beruntung saat itu pak Udin memberikan keleluasaan kepada kita untuk memakai kamar mandi di homestaynya. Sudah rapi dan wangi kami kelaparan dan pamit serta membayar duit kapal dan makan,sebenarnya si bapak sudah mengajak kami makan malam tapi karena duit udah cekak banget akhirnya gue pamit untuk mencari makan di daerah taman RPTRA pulau Harapan. Eh si mbak yang berdua akhirnya ikut juga walau nantinya mereka tetap menginap di homestay. 
senja di pulau harapan


Menyusuri jalanan pulau Harapan menuju RPTRA banyak tukang cemilan kaya sosis, telor gulung dan banyak macemnya. Caca si perut kadut ga tahan godaan akhirnya dia beli jajanan padahal gue udah niat mau makan nasi aja karena laper banget. Sepanjang deket RPTRA ada warung makan  dan akhirnya kami memilih beli ikan bakar 1 dan nasinya dua seharga 30ribu (jadi Rp. 15.000 perorang). Gue memilih beli es teh manis untuk menyegarkan badan seharga Rp. 3000. Sudah kenyang makan akhirnya kami menyusuri gazebo-gazebo di RPTRA untuk masang hammock untuk tidur malam itu.
 
tempat makan sekitar RTPRA
Makin malam makin ramai karena kebetulan ada panggung dangdut dan malam minggu juga. Jam sudah menunjukan jam 23.00, si mbak berdua akhirnya pamit kembali ke homestay dan gue di pinjamin flysheet untuk tidur sebagai alas. Akhirnya kami memilih di dekat dermaga untuk memasang hammock dan gue tidur di gazebo ber Alaskan flysheet si mbak itu. Pulas juga tidur kami sampai tidak tersadar bahwa tulisan ini sudah sampai 1200 kata.. 

untuk hari pertama duit sudah habis hampir 80ribu so apakah gue masih mampu bertahan di hari kedua dengan duit seratus ribu?? so berlanjut di sekuel ketiga nanti yaaa
kalau yang kelewat silahkan liat di part 1 dan part 3

You Might Also Like

13 komentar

  1. Waaa... Serunya. Pingin deh bisa hopping island di Pulau Seribu ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah dedek lucuuu sini hayoo ke jkt numpak sepur

      Delete
  2. kalau yang hobi snorkling mah pasti suka banget,,, bayar dikit dapat banyak :)

    ReplyDelete
  3. Asik kayaknya nih hopping island
    kalau saya biasa ke pulau pari, tapi cuma bersantai dan males2an
    blm pernah jelajah pulau gitu

    ReplyDelete
  4. Kangen pulau seribu jadinya. Ditunggu cerita pulangnya.

    ReplyDelete
  5. keren bisa dicoba nih jalan-jalannya

    ReplyDelete
  6. Jadi urusan bulu babi, siapa yang kencingin itu anak akhirnya? Heheheh

    ReplyDelete
  7. Seru juga ya bisa jalan - jalan ke kepulauan sering. Kapan - kapan aku pengin kesana sama teman2 dan keluarga ku

    ReplyDelete

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh