Menyibak Rahasia Sedapnya Kuliner Betawi dari Hutan Pesanggrahan

February 18, 2020

Kalau menyebut Jakarta apa yang ada dibenak kalian?
Macet?
Panas?
Banyak gedung pencakar langit?


Ya, tiga gambaran di atas memang umum di benak orang saat membayangkan ibu kota RI saat ini. Panas berbonus jalanan macet di antara gedung-gedung menjulang jadi salah satu hal yang khas Jakarta banget. 

Tapi ada gak sih tempat yang sepi dan sejuk di kota padat penduduk ini?

Misalnya, hutam gitu. 

Kalau merujuk pada Pergub DKI no 17 tahun 2017 diadakan hutan kota untuk pelestarian plasma nutfah hingga rekreasi di Jakarta. Salah satunya Hutan Kota Pesanggrahan.

Gerbang Hutan Pesanggrahan
Adalah anak Abah Idin, pengelola hutan kota yang sempat mampir ke rumah dan sedikit bercerita tentang si Hutan Pesanggrahan yang membuat saya penasaran dan melipir kemari. Hutan Pesanggrahan letaknya di daerah Jakarta Selatan dan memiliki luas 120 Hektare. Sebagai anak Jakarta asli saya agak takjub juga, ternyata selama ini ada surga kecil yang letaknya tidak jauh dari terminal Lebak Bulus.

Menuju hutan ini semakin membuat saya ternganga, bagaimana bisa di antara rumah-rumah padat penduduk serta persimpangan bak labirin rumit perkotaan masih ada lapangan luas yang bisa difungsikan untuk bermain bola, tenis, bulu tangkis hingga hingga kejar-kejaran bareng anak kompleks. Di sisi lapangan tersebut pepohonan besar dan cukup rimbun tegak berdiri, meniupkan udara segar dan sejuk penuh asupan oksigen.

Di sanalah berdiri kokoh sebuah monumen bertulisan Hutan Kota Pesanggrahan.

Penasaran sekali saya, kira-kira akan menemukan tumbuhan apa saja di dalam sana? Mengingat awal mulanya area terbuka hijau ini hanya difungsikan sebagai area resapan air dari sungai saja. lambat laun, tidak hanya tanaman kokoh penahan debit air saja yang ditanam di Hutan Pesanggrahan, namun juga aneka rupa tanaman pangan yang bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar.

Satu, dua, tiga...saya mulai menghitung aneka rupa tanaman di dalamnya, ternyata cukup banyak juga, mulai dari pohon buah seperti kedodong, kecapi, salak, pisang dan rambutan. Tanaman obat dan rempah seperti kecombrang, jahe merah, pandan, hingga temu kunci. Di hutan kota ini banyak sekali rumpun bambu, talas bahkan ada juga lho tanaman kopi robusta. Lengkap sekali!
Tunas bambu (rebung) di Hutan Pesanggrahan yang bisa dilah menjadi sayur
Fokus saya sejenak terkonsentrasi pada rumpun-rumpun bambu yang sedang bertunas, banyak sekali membikin saya terbayang-bayang dengan gulai santan rebung di tambah dengan potongan daging ayam makin sedap, dan jangan lupa nasi hangatnya. Duh, lapar kan!

Tidak mengherankan memang, daerah yang mulanya hutan resapan air memang membutuhkan tanaman berakar kuat seperti bambu, maka wajar adanya kalau di Hutan Pesanggrahan ini terdapat banyak sekali tunas-tunas bambu beserta induknya. Rebung sendiri sebagai sumber pangan dari hutan memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, protein, dan dua belas asam amino penting yang diperlukan tubuh. 

Di Hutan Pesanggrahan saya sempat bertemu dengan seorang penduduk setempat yang sedang mengambil rumput untuk pakan kelinci. Si bapak amat ramah ketika saya iseng bertanya perihal tanaman di hutan itu.

"Wah iya mas banyak banget hasil hutan di sini kalo mau disebut atu-atu. Biasanya emang warga sekitar aja yang ambil (memanfaatkan). Itu noh, ada pohon kedongdong, bacang, ini nih, ada tanaman temu kunci juga. Tau kan pecak gurami, Mas?" Si Bapak semangat sekali bercerita, "Kesukaan orang betawi itu, udah langka ini tanaman, di sini ada banyak." Tuturnya.

Tanaman temu kunci yang tumbuh subur di Hutan Pesanggrahan
Pecak gurami adalah salah satu masakan khas betawi favorit saya. Siapa sih, anak betawi asli yang gak kenal masakan satu ini? Menu yang identik  dihidangkan saat berkumpul bersama keluarga besar. Dan temu kunci adalah salah satu rempah yang menjadi bahan baku pecak, namun seperti kata si bapak saat ini cukup langka dan sulit ditemui.

Pecak gurami khas tanah Betawi
Makanan ini terbuat dari gurami yang digoreng lalu ditambah dengan bumbu kuah kacang dengan rempah-rempah yang khas. Selain ikan gurami pecak ini juga bisa digunakan ikan lele atau ikan mas. Istimewanya memang dari bumbunya ini yang berisi rempah-rempah yang beragam. Namun dari rempah yang beragam itu ada rempah yang wajib ada yaitu temu kunci.

Apa sih temu kunci?
Temu Kunci Rempah Andalan Di Kuliner Betawi

Temu kunci adalah salah satu tanaman rimpang yang biasa hidup di daerah hutan hutan. Bentuk temu kunci agak berbeda dengan temu-temuan yang lain karena tumbuhnya yang vertikal ke bawah. Temu kunci  banyak tumbuh liar di hutan jati ini pada dasarnya bisa tumbuh di sembarang tempat asal tidak tergenang air dan terkena panas langsung.

Selain buat campuran masakan temu kunci juga sangat bagus untuk dimakan secara langsung. Salah satu khasiat dari cerita orang tua saya adalah untuk mencegah sariawan dan mengurangi batuk. Caranya temu kunci di langsung dikunyah atau bisa juga ditambah campuran buah pinang.

infografis tentang temu kunci

Wow banyak sekali hasil pangan di hutan kota ini ya. Selain memang fungsinya untuk rekreasi dan penyerap air hujan. Hutan kota ini juga bisa menjadi sumber pangan bagi masyarakat sekitar.  Indonesia sendiri memiliki keanekaragam hayati yang luar biasa, terbesar ketiga setelah Brazilia dan Zaire. Di Indonesia tumbuh sekitar 30.000 – 40.000 jenis tumbuhan yang menyebar di seluruh hutan-hutan kepulauan Indonesia. Diantara ribuan jenis tumbuhan yang tumbuh di Indonesia, sebagian diantaranya merupakan penghasil Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang memiliki nilai jual yang cukup potensial, dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan masyarakat lokal dan sebagai sumber devisa negara.
Hutan Bambu


Maka daripada itu hasil hutan sumber kayu seperti tanaman bambu, rotan, hingga minyak atsiri sangat penting untuk pengelolaan hutan. Karena hutan sendiri bila kayunya yang terus diambil maka akan berdampak pada rusaknya ekosistem lingkungan kita. National Chemical Laboratory India (2001) menyatakan, terdapat 3000 jenistumbuhan yang dapat menghasilkan minyak atsiri. Indonesia sendiri memiliki 40 jenis minyak atsiri (sekitar 11 jenis telah dikembangkan), sedangkan di dunia sekarang ini beredar sekitar 70 jenis minyak atsiri. Salah satu tumbuhan yang menghasilkan minyak atsiri adalah temu kunci ini. Kandungan kimia temu kunci antara lain adalah minyak atsiri, damar , zat pati, saponin, flavonoid pinostrolerin dan alipinetin. Minyak atsiri temu kunci mengandung kamfer, sineol, metil sinamat, hidromirsen (Anonim, 2002), sedangkan sineol merupakan “oxide volatile oil“ yang digunakan sebagai parfum, antiseptik, diaforetika dan ekspektoran.
Tumbuhan 

Ah memang dari hutan kota pesanggrahan ini banyak yang bisa kita ambil manfaatnya. Semoga juga pemerintah dan bersama masyrakat terus banyak membangun hutan kota seperti di pesanggrahan ini. karena tadi selain untuk rekreasi, dan penyerap air hutan sumber makanan bagi penduduk sekitar yang bisa memanfaatkan hasil hutannya.
Yuk jaga Hutan kita

Jadi sudah ada yang siap mengolah rebung dan temu kunci untuk makanan kalian di rumah?? Cobain deh kedua menu dari hutan ini untuk masakan kalian dirumah. Pasti kalian akan ngiler dan ketagihan untuk makan hasil olahan dari hutan ini. 


Tulisan Ini Diikutkan Lomba WALHI Forest Cuisine


You Might Also Like

24 komentar

  1. Wah.. ngga nyangka ternyata di Jakarta masih banyak kuliner legendaris yang berkhasiat kaya gini ya.. Terima kasih infonya mas

    ReplyDelete
  2. Saya malah salfok sama guramenya 😅 semoga kita bisa melestarikan hutan dan mengelola hasil hutan dengan maksimal, aamiin!

    ReplyDelete
  3. Ngiler banget sama pecak guraminya ih :3 temu kunci, aku pas dulu denger pertama kali namanya merasa unik gitu karena di daerah sini ngga ada, temenku yang dari pati ngenalin ini ke aku dan yap buat kesehatan

    ReplyDelete
  4. Aku doyan banget bang dengan Rebung apalagi kalau kuahnya itu pedes banget. Potongan rebungny itu loh pas digigit. Nikmat

    ReplyDelete
  5. Tanaman dan menunya Endes semua. Dan hutannya juga keren. Jarang banget nih ada yg kreatif padu padan gini..guramenya... Aku laper...

    ReplyDelete
  6. Banyak manfaatnya dari hutan ini ya bang. Bukan sekedar tempat rekreasi aja tentunya. Aku selama ini belum tau banyak tentang pemanfaatan hutan padahal sumber pangan juga bisa berasal dari hutan. Kapan nih aku diajakin melalak cantik ke hutan?hehehe

    ReplyDelete
  7. Hutan Kota Pesanggrahan sepertinya spot wisata paket lengkap yah. Dapet segarnya, dapet hijaunya, dapet kenyangnya, wkwkw..
    Nice article!

    ReplyDelete
  8. Padahal aku dulu sempet tinggal dekat Pesanggarahan, malah baru tau ada hutan kotanya, hehe, kudet banget.. terimakasih infonya

    ReplyDelete
  9. Ya ampun kak aku ngiler sama pecak gurame nya dong pasti sedep mantep itu sama nasi putih hangat.. betawi biasanya ciri khasnya jengkol ya

    ReplyDelete
  10. kayaknya ibuku jarang pakai temu kunci deh
    soalnya aku gak pernah diajarin ngolah makanan pake bumbu2 spesial semacam temu kunci
    membedakannya dengan kunir kunyit saja mungkin aku masih kesusahan
    hahaha

    ReplyDelete
  11. Rebung ya, wah di Kalimantan banyak loh tanaman ini. Ibu ku juga suka masaknya, enak banget. Tapi gitu yaa tanaman ini kadang tumbuh liar di hutan tanpa perlu ditanam (tumbuh sendiri), ya kalau misal hutannya rusak yaa pasti sulit sekali nemu tanaman ini.

    ReplyDelete
  12. Baru ngeh ada hutan kota ya di Jakarta. Udah sadar lingkungan banget kel Abah Idin.
    Sayur rebung enak banget tuh, disayur lodeh atau buat isi lumpia...

    ReplyDelete
  13. Pas di Jakarta, saya mudah dapat temu kunci, Bang Doel. itu buat sayur bening, enak sekali. Nah, di Gombong susah menemukan temu kunci hehehe.
    Nah, pas lihat rebung, saya malah membayangkan lunpia. Duh.. nikmatinya lunpia isi rebung udang, lalu dicocol saus lagi hahaha.

    ReplyDelete
  14. Selama tinggal di jakarta belum pernah makan yang namanya Ikan gurame pecak ini, padahal menggoda banget tu penampilannya, mudah2an hutan kota pesanggerahan tetap terjaga ya bang, miris juga nih jakarta udah jarang hutan kota seperti ini

    ReplyDelete
  15. Auto ngiler dong aku pas part pecak guraminya. Itu gimana rasanya ya. Belum pernah coba. Anyway, ini pertama kali ke blog abang. Salam kenal. Udah pernah cicipi kuliner Kalimantan Selatan belum bang?

    ReplyDelete
  16. Pecak gurame bikin ngiri! Duh pengin makannya. Apalagi hasil dari hutan di ibukota ya. Nggak nyangka!

    ReplyDelete
  17. akuuu sejak nikah samam orang betawi, alhamdulillah di rumah kalo beberapa kali weekend, suka ada menu pecak ini. Sedeeep emang bang kalo barengan sama temu kunci ini masaknya

    ReplyDelete
  18. Serius di Jakarta masih ada hutan?? aiiih aku baru tau loh, ka Doel. Aku jadi kepengen makan lumpia rebung dah, pecak gurami juga bikin ngiler tuh :)

    ReplyDelete
  19. Jadi hutannya ini nggak jauh dari ibu kota ya? Keren ya bisa menjelajahi hutan tanpa perlu menempur perjalanan jauh btw rebun ternyata pangan dari hutan juga ya. Itu makanan favorit saya sekeluarga juga di rumah biasa dibuat sayur bening dengan daun kelor.

    ReplyDelete
  20. Wah. Baru tau ada rempah namanya temu kunci.. 🤣 ketauan jarang bgt turun dapur ya. Eh tapi di Aceh gak ada deh. Kalo ada aku pasti tau lah.. atau mungkin ada tapi beda nama.. aukah

    ReplyDelete
  21. aku ke jakarta ajakin ke pencak gurame itu yak, kayaknya memang enak untuk dikonsumsi itu. asli menggugah selera

    ReplyDelete
  22. aduhh rebung yaa?? itu klo cara olahnya gak bener jadinya aromanya aneh kata ibuku dlu,,

    tapi klo cara masaknya bener bisa jadi sedep bgt mas

    ReplyDelete
  23. 120 hektar itu luas banget loh. Ga nyangka Jakarta punya hutan kota seluas ini.
    Eh iya temu kunci nih emang udah jarang dan susah banget didapet. Kalau ke pasar aku harus beli ke tempat bumbu khusus malah.

    ReplyDelete
  24. Aduh jadi kepengen makan rebung dengan ikan mas uhh pasti enak banget rasanya

    ReplyDelete

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh