"Potret Dangdut" Orkestra "berasa" Dangdut di Gedung Kesenian Jakarta

September 20, 2017

Nonton orkestra? Sudah pada pernah nonton orkestra? Nah gue kemarin kebetulan dapat tiket dari BEKRAF yang mengadakan Jakarta City Philharmonic edisi ke 7. Acara yang diadakan di Gedung Kesenian Jakarta ini mengambil tema “Prancis & Prix de Rome.  Acara dimulai pukul 
19.30 wib namun antrian untuk penukaran tiket sudah ada dari jam 17.00 WIB. 



Acara dibuka oleh Eric Awuy yang mengenalkan tentang konser hari itu akan diisi oleh aransement dari karya siapa saja. Walaupun gue tidak terlalu mengerti tentang lagu orkestra tapi banyak sejarah yang bisa diambil dari musik-musik ini. Tema yang di angkat juga tentang “Prix de Rome” yang bercerita para komposer musik ternama dari Prancis yang memenangkan lomba dari musik prestisius ini.


Pengaba musik dipimpin oleh Budi Utomo Prabowo. Saat membuka orkestra langsung memainkan lagu Indonesia Raya dan semua para penonton ikut berdiri. Setelah indonesia raya sang pengaba memainkan Karnaval Roma dari Hector Berlioz. Irama musik yang mengalun membuat syahdu dan para hadirin menikmati alunan musik.

Musik berhenti, tiba-tiba seorang wanita masuk dan duduk di depan  piano. Musik kembali setelah pengaba memulai dan pianis memainkan piano dengan tangan kiri. Yeaah tangan kirinya saja yang memijit tuts piano tersebut. Konserto Piano Untuk Tangan Kiri dalam D Mayor dari Maurice Ravel yang di mainkan oleh pianis Yosephine Maadju. Karya ini dulunya merupakan pesanan dari pianis Austria Paul Wittgenstein yang kehilangan tangan kananya saat perang dunia pertama berkecamuk. Lagu ini ditampilkan pertama kali tahun 1932 di Vienna Simphony.

Sukses menggebrak dengan konserto tangan kiri yang keren banget konser malam itu di jeda 15 menit untuk istirahat. Seusai jeda sang pengaba mulai kembali ke posisinya sebagai konduktor. Babak kedua ini akan dimainkan karya dari Claude Debussy Preludium  Sore Hari Seorang Faunus. Setelah memainkan karya tersebut pengaba kembali memaikan karya dari Debussy dan Suita Pojok Anak-Anak .

Suita Pojok Anak-Anak ini merupakan karya dari Debussy dan Andre Caplet. Debussy membuat karya ini untuk diberikan kepada anaknya. Lagu-lagu yang riang dengan intonasi yang membangkitkan nuansa dan esensi masa kanak-kanak dengan fantasinya. Penonton pun banyak yang hanyut terbawa ritme lagu yang dibawakan. Gue pun menikmati konser ini yang memberikan nuansa yang riang. Bahkan sampai juga temen gue yang di sebelah tertidur karena ternyata salah satu aransement yang dibawakan adalah NinaBobo Jimbo Sigajah.

Tepuk tangan bergemuruh sesaat setelah pengaba selesai satu musik. Karya terakhir ini yang sangat di tunggu-tunggu oleh para penonton yaitu Potret Dangdut karya Dadang Saputra. Komposer muda dari Indonesia ini membuat karya ini bermaksud “membaca” dangdut dari perspektif berbeda dalam ranah estetis dan realitas. Menurut sang komposer mengangkat musik dangdut dari pinggiran dan menmberikan nuansa berbeda dari musik dangdut yang biasa orang berjoget. Nampaknya betul musik yang dimainkan walaupun tidak ada suara gendang atau suling yang biasa menjadi acuan untuk musik dangdut tetap nuansa dangdut berasa. Bahkan jempol dan kepala gue ikut bergoyang sedikit-sedikt mengikuti irama musik.




Standing aplause bergemuruh setelah penampilan Potret Dangdut ini. Pengaba selesai memberikan sajian musik yang mengetarkan jiwa. Acara ditutup dengan pemberian bunga kepada para pengaba, komposer dan pianis dari pihak BEKRAF dan DKJ.





Jadi sudah ada yang pernah nonton Orkestra??



Ini dia Videonya sudah di upload di youtube yang Potret Dangdut dan Concerto Tangan Kiri


  • Share:

You Might Also Like

14 comments

  1. tulisannya mengalir, suka bacanya. sebagai subyek yg disebut tertidur saat mendengarkan lagu anak2, saya merasa bangga hehhehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. nyadar ya?? gue kira yg d depan yg d peluk hahaha

      Delete
  2. Hohoho.. Ga kebayang nih orkestra rasa dangdut tanpa gendang suling :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. jngan d bayangin kamu bayangin aja aku da hahaha

      Delete
  3. Waaa keren yaa. blm pernah ngerasain nonton orkestra kayk gituan

    ReplyDelete
  4. Keren euy..pengen berguru nulis artikel ah ke bang doel

    ReplyDelete
  5. Ah sayang banget gak ada videonya karena gak boleh direkam. Padahal penasaran pengen dengar orkestra rasa dangdut itu kayak gimana hehe.

    ReplyDelete
  6. penasaran ah, protes juga, pengen videonyaaa

    ReplyDelete
  7. wih, mewah banget ya nonton orkestra kak, lalu tiba2 ada dangdutnya :)

    ReplyDelete
  8. Makasih banyak om apresiasinya...rekaman bisa dilihat di YouTube. ..dikritik juga malaah lebih baik lhoo hehe..salam Dadang saputra

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah d coment sama composernyaaa.. makasihhh mas... d youtubeny siapa? ok aku search deh

      Delete

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh