Museum Tengah Kebun : Ada Museum Barang Antik di Tengah Kota Jakarta

October 30, 2017

Pagi itu tiba-tiba pesan whatsapp di Hp gue berbunyi “ mas mau ikut kegiatan kunjungan ke Museum Tengah Kebun tidak??”, ternyata dari guide Museum Tengah Kebun. Seketika gue langsung bales “bisa mas,gue ambil hari minggu yang siang aja ya”. Waktu itu berpikir ah sendirian aja mengunjungi museum ini tapi tiba-tiba gue mikir kayaknya enggak seru deh kalo sendirian. Akhirnya gue japri beberapa temen yang mau ikut, akhirnya ada Mele,Wido,Novel dan Puspita yang berhasil terculik untuk ikut.


Sebenarnya gue udah lama mau ikut ke museum ini, beberapa kali ditawarkan oleh temen-temen bahkan gue pernah mau ikut di komunitas eh ga taunya udah full kuota. Siang itu 1 oktober 2017 gue meluncur ke museum tengah kebun. Janjian jemput Puspita dulu yang kebetulan rumahnya deket untuk barengan. Novel,Wido dan Mele sudah janjian di TKP sana.

Waktu berkunjung ke museum ini hanya ada di hari sabtu dan minggu saja, di bagi dua waktu yaitu pagi jam 10.00 dan jam 12.30 siang. Untuk menghubungi museum ini juga harus janji dengan guidenya karena per hari untuk satu waktu hanya menerima 15 tamu saja. Seminggu sebelumnya  gue pernah hubungi kordinator guidenya tapi ternyata penuh kuota dan beruntung gue di japri lagi dan ada slot kosong. Masuk museum ini gratis.


Tepat jam 12.30 gue udah sampai di tempat ini. Museum yang terletak di daerah Kemang Jakarta Selatan ini dekat dengan kantor salah satu OJOL ternama di Indonesia. Disana sudah menunggu wido yang sedang makan siang, dan sambil menunggu mele dan novel yang sedang meluncur dari cililitan. Masuk melalui pintu depan gue sangat terkagum dengan halaman dari museum ini. Taman yang asri di halaman rumah membuat gue merasa nyaman banget.

Mas ryan yang menjadi guide di museum ini menyambut kita dengan ramah. Sebelum masuk kita harus isi buku tamu dulu, dan lepas sandal kita untuk masuk ke Museum ini untuk di ganti pakai sendal yang di sediakan khusus untuk masuk. Oh iya masuk ke museum ini tidak boleh bawa tas, dan tas akan di titipkan di dalam lemari di dekat parkiran mobil.
Museum ini ada beberapa bagian yaitu ruang tamu,ruang makan dan dapur, ruang kamar, dan halaman tengah. Masuk di ruang tamu kita akan disuguhkan dengan barang-barang antik yang sudah ada dari jaman dahulu dan di kumpulkan oleh sang pemilik museum ini. Bangunan yang lumayan luas ini memajang barang antik kurang lebih sekitar 2000an barang antik. Dan kalau dari pemilik barang antiknya sendiri mencapai sekitar 4000an.

Museum ini dimiliki secara pribadi oleh Sjahrial Djalil, salah satu tokoh periklanan modern Indonesia dan pendiri biro iklan Ad Force Inc. Sang pemilik mengumpulkan barang-barang antik ini dari rumah-rumah lelang atau berburu sendiri dari kolektor seni yang ada. Bangunan rumah ini juga di bangun dari beberapa batu bata peninggalan VOC bahkan sampai pintu dari kamar mandi pun juga ada dari jaman VOC.

Memasuki ruangan tengah banyak sekali arca-arca dan barang antik lainya. Di museum ini juga terdapat peti minuman dari sang revolusiner Prancis yaitu Napoleon Bonaparte dari abad 18. Menurut guide, Pak Sjahrial ini merogoh koceknya sendiri untuk membawa kembali barang-barang antik yang punya indonesia dan di miliki oleh orang luar. Pak Sjahrial sendiri tidak mempunyai anak dan untuk museum ini pada nantinya akan di wariskan untuk bangsa Indonesia.

Memasuki ruangan demi ruangan gue sangat takjub, secara mas Ryan menceritakan beberapa cerita sejarah dari barang-barang yang ada. Mulai dari kuda dari dinasti tang, guci-guci yang asli dari cina bahkan ada tempat duduk yang masih mulus banget dari jaman VOC (kualat gue dudukin kursi itu secara lebih tua )

Tak terasa sudah hampir 1 jam kami berkeliaran di museum ini. Dan masih ada satu ruangan yang belom kami masuki yaitu kamar sang pemilik museum. Pada saat ini kondisi fisik pak sjahrial mulai menurun yang mengakibatkan beliau sering beristirahat saja, dan alhamdulillah ternyata kami bisa bertemu dan masuk ke dalam kamar tidurnya.

Dari beberapa ruangan ada satu ruangan yang bikin gue terkesima dan pengen banget punya ruangan kaya gini yaitu kamar mandi dari sang pemilik. Kamar mandi ini luasnya kurang lebih sekitar 9x10 meter namun isinya WOW banget dah. Kamar mandi semi outdoor dan bagi gue ini udah ga kaya kamar mandi, kaya kamar tidur aja. Di kamar mandi ini ternyata pak Sjahrial juga telah mempersiapkan batu nisan untuk dirinya dan beliau pun sudah berniat untuk di kuburkan di salah satu sudut halaman di museum ini.



Dan tak terasa waktu sudah sore hari, jam setengah 3 sore kegiatan selesai dan kita berfoto bersama dengan pak Sjahrial dan beberapa tamu lainya. Walaupun dalam keadaan sakit pak Sjahrial masih mau menerima dan menyapa para tamu yang hadir mengunjungi museum ini.




Jadi ada yang sudah pernah ke museum ini? Dan ruangan mana yang kalian suka?


You Might Also Like

53 comments

  1. Kalau mau ke museum ini harus telp dulu ya untuk nanya slot tamu? Sebelum lebaran kemaren, sempat mau ke sini tapi museum ditutup karena yang punya lagi sakit. Mulia sekali ya Pak Sjahrial ini mendedikasikan rumahnya jadi museum untuk publik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iy contact dlu kaak.. kl mau japri saja gue tak kash no guideny

      Delete
  2. Ih, gak nyangka ya ada museum begini cantik dengan kiri-kanannya yang asri di tengah kota Jakarta si metropolis. Btw, ada koleksi uang kuno juga gak di sana? Harusnya ada :)

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. gue kira udah pernah kesana.. tau gt d ajakn kemarin

      Delete
    2. Belum pernah, mau dong no guide nya

      Delete
  4. Wew serius gratis bang? keren nih yang punya..

    ReplyDelete
  5. adem banget dliatnya, engga kaya jakarta

    ReplyDelete
  6. Ga nyangka banget ada yg seperti ini di Jakarta. Harus segera dijadwalkan !! Pengen liat Kotak Napoleon Bonaparte

    ReplyDelete
  7. Kok lu ga info ke gue kalau mau kesitu.....!!!!

    ReplyDelete
  8. Loh, di Jakarta ada museum seperti ini? Jadi penasaran mau main kesini juga deh :)

    Ada yg mau main bareng kesini? :)

    ReplyDelete
  9. nice info. baru tau ada museum secantik ini, gratis pula. masukan aja buat Bang Doel, kalau habis koma spasi dulu ya. cheer up and keep writing

    ReplyDelete
  10. Thanks bangdoel...baca tulisanmoe berasa kesana lagi....

    ReplyDelete
  11. Belum pernah ke sana. Tapi kalo ngelewatin kantor OJOL-nya sih sering.
    Suatu saat mau ke sana, gratis ini wkwkwk...
    Suatu

    ReplyDelete
  12. Musium yang eksklusif ya. Gak sembarangan umum bisa masuk.

    ReplyDelete
  13. Sekilas terlihat aja udah instagramable banget hahaha. Kalau aku di sana bakalan foto2 sampe puas :D

    omnduut.com

    ReplyDelete
  14. Semangat menjamu pak Sjahrial luar biasa

    ReplyDelete
  15. Lah, ada museum macam begini ya di daerah Kemang? Baru tau.

    ReplyDelete
  16. wah, aku mesti mampir ah kl ke Jkt. Btw, itu td kamar mandi yg ada bath tub nya?

    ReplyDelete
  17. Ciee yg akhirnya kesini dan ga ngajak2 🙄🙄🙄

    ReplyDelete
  18. Ciee yg akhirnya kesini dan ga ngajak2 🙄🙄🙄

    ReplyDelete
  19. Wah aku belum pernah berkunjung.. Kayanya seru banget ya

    ReplyDelete
  20. Seru sekali jadi pengen ke museum

    ReplyDelete
  21. Aku belum pernah kesini, dan pengen kesana... Udah baca beberapa ulasan tempat ini & makin pengen kpn2 dateng langsung...

    ReplyDelete
  22. Timbul pertanyaan: barang-barang antik yang dia beli itu, statusnya ilegal atau gimana ya, Bang? Kan termasuk benda-benda bersejarah.

    ReplyDelete
  23. Semoga saja Museum ini bisa trus dilestarikan siapapun penerusnya, jarang banget di Indonesia bisa ada. Museum yg teduh

    ReplyDelete
  24. Baru tau gw ada musium di daerah kemang dan bagus pula keliatanya...

    ReplyDelete
  25. Museumnya adem banget ya
    Sayangnya ga boleh ajak anak2 ya ?

    ReplyDelete
  26. Pengen ke sini, tapi kayaknya mesti buat janji dulu ya kalau mau ke sini.

    ReplyDelete
  27. Lhaaaa ada tempat keren begini di jakarta kok aku nggak tau yakk?? Kemana ajaaaa hahahaa... Pengalaman yang seru yaa bisa main kesana

    ReplyDelete
  28. Wah saya belum pernah main ke museum ini. Kapan-kapan moga bisa dan ada kesempatan

    ReplyDelete
  29. Wah unik banget museumnya. Batasin pengunjung jadi berasa eksklusif :)

    ReplyDelete
  30. baru tahu kalau ada tempat ini di tengah pusat kota jakarta. Kalau ada yang melestarikan barang sejarah begini, makin tambah kepo sama jaman dulu banget >,<

    ReplyDelete
  31. Museumnya eksklusif banget ya kak. Bentuk meseumnya juga gak kaku seperti museum pada umumnya. Klo gini pengunjung bisa betah nih

    ReplyDelete
  32. Itu kamar mandinya sama rumahku kayaknya lebih luas kamar mandinya *ngenes*

    ReplyDelete
  33. suasananya adem ga kaya di jakarta, apalagi dikelilingi barang antik :)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh