Selamat Hari Guru : Ada Warna dari Kampung Tahu Cibuntu Bandung

December 03, 2017

Pagi itu lalulintas Bogor padat sekali. Gue seorang diri menebus kemacetan kota Bogor yang makin padat dari hari ke hari. Jam 9.30 Wib tepat bang doel udah masuk ke parkiran dekat dengan mall dan landmark kota ini. Pagi itu bang doel akan menyusuri kota Bogor menuju Bandung.

Perjalanan Bogor-Bandung di tempuh dengan lumayan lama. Karena harus agak memutar melewati puncak untuk menghindari jalan tol Cikampek yang makin padat. Perjalanan hampir 5 jam itu ditempuh bersama kawan-kawan relawan. Oh iya hari itu bang doel bersama kawan-kawan relawan akan melakukan kegiatan bersama di Bandung untuk “mewarnai” sekolah yang ada di sudut kota Bandung.

Ikut kegiatan ini karena ada pesan di salah satu WA grup yang mengajak untuk memperingati hari guru dengan cara yang berbeda. Beberapa teman mengajak untuk membantu merubah ruangan belajar di Bandung. Pikiran gue melayang saat itu, berpikir kota Bandung yang sudah sangat berkembang masih ada sekolah yang ruanganya kurang baik. Apalagi kota Bandung saat ini sudah sangat baik dalam penataan kotanya namun mungkin masih ada sekolah yang luput dari perhatian pemerintahnya.

Perjalanan 5 jam tidak membuat kami capek. Tepat jam 4 sore kami sampai di sekolah itu. Di sambut dengan Umi dan Abi, sepasang orang tua yang inspiratif dan pahlawan dari kampung ini dengan  memberikan satu sudut rumahnya untuk di jadikan ruangan kelas. Ruangan yang cukup untuk memberikan “warna” di kampung yang merupakan produsen tahu Bandung. Kampung kecil yang tidak jauh dari terminal kota Bandung.

Sore itu kami bersama teman-teman yang mempunyai latar belakang yang berbeda briefing sejenak untuk mempersiapkan kegiatan cuti berbagi dari program Dompet Dhuafa. Sekolah ini di dampingi oleh kak Arby sesosok wanita asal purworejo yang energik dan murah senyum dari sekolah Literasi Dompet Dhuafa. Briefing sejenak sambil menikmati tahu isi khas dari daerah Cibuntu untuk membagi tugas kegiatan esok hari dalam mengecat ruang kelas ini.

Datang ke sekolah ini membuat gue kaget. Yup sekolah yang bernama Uswah Mulya ini merupakan salah satu sekolah gratis yang ada di tengah gang kecil di sudut kota Bandung. Sekolah ini merupakan bentuk pengabdian Umi dan Abi untuk warga sekitar. Dahulu ruangan sekolah ini merupakan pabrik tahu, namun dengan seiringnya berjalan waktu Umi dan Abi membuat ruangan kelas untuk sebagai media pembelajaran yang awalnya hanya sebuah madrasah kini menjadi ruangan belajar bagi anak-anak sekitar untuk PAUD dan pendidikan bagi kaum marjinal yang ada.

Saat gue datang sekolah ini terlihat kumuh, dengan beberapa cat yang sudah kusam dan ruangan belajar yang agak gelap. Maklum ruangan belajar ini merupakan swadaya dari Umi dan Abi yang mereka pikirkan bahwa bagaimana anak-anak sekitar bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Selesai membagi tugas para relawan akhirnya istirahat karena hari sudah malam dan esok akan full merubah ruangan kelas yang kusam menjadi lebih berwarna.

Jam 8 pagi di hari esoknya kami sudah siap untuk melakukan bedah ruangan kelas. Papan-papan pengumuman di angkat dan di pindahkan keluar, lemari-lemari di geser ke tengah untuk mengecat ruangan kelas. Pagi itu kami para relawan bersama komunitas mural bersiap mempercantik ruangan kelas. Tugas sudah di bagi-bagi ada yang membeli peralatan, mengecat dan membeli bantuan berupa meja belajar dan sepatu bagi anak-anak.




Tak hanya berbagi dalam bentuk fisik, para relawan juga memberikan inspirasi kepada siswa sekolah urban Uswah Mulya dengan cara berbagi pengalaman dan pembelajaran kepada para siswa tentang berbagai profesi yang mereka tekuni. Hal ini bertujuan agar siswa-siswa mendapatkan sumber referensi cita-cita yang lebih luas. Para relawan juga memberikan semangat kepada para siswa agar terus tekun belajar dan berdoa jika ingin meraih cita-cita yang diimpikan.

Tak terasa pekerjaan kami dari jam 8 pagi itu baru selesai selepas magrib. Kita yang sudah lelah akhirnya dapat tersenyum karena melihat ruangan kelas yang dulunya lembab dan kusam akhirnya sudah lebih berwarna dengan gambar-gambar lucu di ruangan kelasnya. Selepas isya saat penutupan kegiatan pihak desa hadir dan memberikan apresiasi bagi kami para relawan yang sudah merubah ruangan kelas sekolah ini menjadi lebih baik dan berwarna.



Malam itu kami semua dapat tersenyum gembira dengan hasil dari ruangan kelas ini. Karena kenyamanan dalam belajar merupakan salah satu hal yang penting saat kegiatan belajar mengajar. “Terima kasih banyak teman-teman, telah rela meluangkan waktu untuk berbagi di sekolah ini. Semoga setiap hal-hal baik yang terlah teman-teman berikan akan terus menjadi pahala yang akan terus mengalir pahalanya. Hal baik dari hati insyaAllah akan sampai ke hati, semoga kita dapat menjalin persahabatan ke depannya.” Tutur Arby. 
para hero jaman now




Gue juga mengucapkan terima kasih kepada para teman-teman yang sudah donasi untuk kegiatan ini



You Might Also Like

5 komentar

  1. Boleh juga. Gak perlu nunggu kaya untuk berbagi hahaha...

    ReplyDelete
  2. Subhanalloh, seneng ih bacanya saya... Hehehe

    ReplyDelete
  3. Selalu trenyuh setiap mengikuti acara Dompet Dhuafa. Semoga terus menginspirasi

    ReplyDelete
  4. kegiatannya positif sekali. cerita seinspiratif seperti ini mungkin (menurut saya ya) sebaiknya penulisan subyek menggunakan "saya". anyway great sharing as always

    ReplyDelete

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh