Industri Makanan dan Minuman dalam Industri 4

July 31, 2018

Industri?? Kalau denger kata ini sih apa yang kalian pikirikan? Pabrik? Buruh? Pekerja? Pulogadung? Eh khusus yang terakhir kayaknya untuk tetangga saya aja soalnya rumah deket sama kawasan industri. Nah ngomong-ngomong tentang industri itu ternyata luas loh. Saya yang basic kuliah di masalah industri perikanan aja masih bingung.

Nah daripada bingung ngomongin industri apa kebetulan saya kamis 26 juli 2018 diundang ke kementrian perindustrian. Acara  ini mengambil tema Peluang dan Tantangan Industri Makanan dan Minuman dalam Industri 4.0. Dalam acara ini Kemenperin melalui BAKOHUMAS ingin menyebarkan informasi kepada masyarakat bahwa potensi dan peluang yang dimiliki oleh Industri Makanan dan Minuman. Hal ini juga termasuk sektor Industri Kecil dan Menengah Makanan dan Minuman, sebagai sumber penciptaan lapangan kerja baru dan sarana pengentasan kemiskinan melalui pendapatan yang diciptakan oleh lapangan kerja baru tersebut.
tempat acara

Dalam paparan Menteri Perindustrian yang pada acara ini di wakili oleh ibu Gati Wibawaningsih selaku Dirjen Industri Kecil dan Menengah mengatakan bahwa “Dalam inisiatif Making Indonesia 4.0 telah ditetapkan 5 (lima) sektor industri prioritas implementasi sistem Industry 4.0 di Indonesia. Tentunya, sektor – sektor tersebut adalah sektor industri yang telah memiliki kesiapan dan berpotensi memberikan daya ungkit yang paling besar terhadap capaian aspirasi yang telah ditetapkan. Kelima sektor industri prioritas tersebut yaitu: Industri Makanan dan Minuman; Industri Otomotif; Industri Elektronik; Industri Kimia; dan Industri Tekstil dan Produk Tekstil.
proses industri 4.0

Pada nantinya ke 5 sektor yang dipilih ini tidak menghilangkan sektor lain yang tidak menjadi prioritas. Kementrian Perindustrian akan selalu bersama mengembangkan Industri yang ada dan akan menerapkan Industri 4.0. Kementrian Perindustrian juga melakukan program online marketplace kepada IKM yaitu program e-Smart pada akhir-akhir ini. Pada bulan mei 2018 umlah pelaku IKM yang telah mengikuti Workshop e-Smart IKM berjumlah 2430 IKM, dan lebih dari 30 (tiga puluh) persen peserta berasal dari pelaku IKM Makanan dan Minuman. Nilai transaksi pelaku IKM e-Smart hingga bulan Mei 2018 tercatat sebesar 600 (enam ratus) juta rupiah, dimana nilai terbesar terdapat pada produk IKM Logam.
Para Pembicara dari Kemenperin

Wow jumlah yang sangat banyak sekali. Lagipula sekarang industri yang sudah melakukan komputerisasi dan digitalisasi sudah banyak. Terlihat juga penggunaan internet di Indonesia yang masuk menjadi 5 besar terbanyak di dunia. Dari hal ini program Industri 4.0 bisa sangat efektif diterapkan. Tak terbayangkan kan industri 4.0 ini bisa diterapkan dalam setiap industri di Indonesia.
Salah satu industri yang menjadi prioritas yaitu industri makanan dan minuman secara keseluruhan menyumbang 34,33% PDB sektor Industri Non Migas di tahun 2017. Sedangkan nilai ekspor produk makanan dan minuman sendiri (termasuk minyak kelapa sawit) pada tahun 2017 tercatat senilai USD 31,7 miliar atau setara Rp 441,7 Triliun. Pertumbuhan subsektor Industri Makanan dan Minuman pada tahun 2017 tercatat sebesar 9,23%, lebih tinggi dari tahun 2016 yang sebesar 8,46%.
Peran Industri makanan dalam PDB

Nah kalo ngomongin industri makanan dalam negeri temen-temen pasti kepikiran salah satu produk yang selalu kita makan. Hayo kalo saya sebut tagline ini pasti langsung nyebut nama industri makanan ini “Satu Lagi Dari ....” apa hayo? Yes Mayora.
Pemaparan dari Mayora

Pasti tidak asing kan dengan produk dari Mayora ini. Mulai dari Kopi sampai Biskuit pasti pernah dicobain. Cek deh saya yakin pasti pernah mencoba produk dari industri ini. Ada Better, Roma Malkist dan kopi Torabika. Nah kebetulan saya dan teman-teman blogger mengunjungi pabrik ini.
kuy masuk

PT Mayora Indah Tbk, didirikan pada tahun 1977 dengan pabrik pertama berlokasi di Tangerang. Menjadi perusahaan publik pada tahun 1990. Saat ini, PT. Mayora Indah Tbk. memproduksi dan memiliki 6 (enam) divisi yang masing masing menghasilkan produk berbeda namun terintegrasi.
Divisi 
Merek Dagang 
Biskuit
Roma, Danisa, Royal Choice, Better, Muuch Better, Slai O’Lai, Sari Gandum, Sari Gandum Sandwich, Coffeejoy, Chees’kress
Kembang Gula
Kopiko, Kopiko Milko, Kopiko Cappuccino, Kis, Tamarin, Juizy Milk
Wafer
Beng Beng, Beng Beng Maxx, Astor, Astor Skinny Roll, Roma Wafer Coklat, Roma Zuperrr Keju
Coklat
Choki-choki
Kopi
Torabika Duo, Torabika Duo Susu,  Torabika Jahe Susu, Torabika Moka, Torabika 3 in One, Torabika Cappuccino, Kopiko Brown Coffee, Kopiko White Coffee, Kopiko White Mocca
Makanan Kesehatan
Energen Cereal, Energen Oatmilk, Energen Go Fruit
Jadi, PT mayora sudah cukup matang malang merintang di dunia perindustrian. Bukan hanya nasional tapi kini produknya sudah bisa ditemui di 80 negara di dunia. Wew
Tak ingin berhenti sampai di sana, kini PT Mayora Indah Tbk telah menerapkan konsep industry 4.0. Yang mana segala proses pembuatannya mengandalkan teknologi canggih. Yaitu program digitalisasi di area supply chain dan pelayanan penjualan yaitu sejak produk dikembangkan sampai lokasi penjualan untuk mendapatkan informasi akurat mengenai proses, output, biaya, dan pelayanan. Canggih dan higienis.
sistem 4.0 dalam mayora

Ternyata guys pabrik dari Mayora sudah melakukan sistem industri 4.0 loh. Jadi di pabrik ini ada namanya sistem QMS (Quality Mayora Sistem) yang nantinya pabrik ini mempunyai satu sistem yang terintegrasi dengan sistem online. Semua keterkaitan sistem yang ada dalam pabrik dipantau dengan komputerisasi.
Saat masuk ke pabrik ini sistem pabrik sudah menerapkan mesin semua. Namun dalam industri 4.0 nantinya masih di butuhkan orang kok. Ada beberapa unit usaha yang memang masih menggunakan manusia untuk bekerja. Seperti di Mayora walau sudah mesin semua yang bekerja masih ada pekerja yang memantau mesin atau yang bekerja dalam unit packing dan quality control makanan.


Jadi guys saat ini Indonesia akan menuju Industri 4.0 dan semoga industri Indonesia maju dan jaya baik di dalam negeri hingga luar negeri.

Eh saya ada vlog saat peluncuran Industri 4.0 loh




You Might Also Like

1 comments

  1. Wajar saja PT Mayora menjasi pabrik yg menerapkan industri 4.0 karena produknya sudah terkenal dimana-mana dan menjadi konsumsi masyarakat. Revolusi ini jadi andalan untuk industri makanan.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh