Backpacker 7 hari 7 kota : Lezatnya Sate Sapi Suruh dan Hangatnya Wedang Ronde

July 24, 2018

Sebenarnya ini mau dimasukkan di part sebelumnya. Namun karena saya selalu konsisten dengan tulisan minimal 800 kata di satu tulisan jadilah tulisan Kuliner Salatiga ini saya buat khusus sendiri. Oke selamat makan eh selamat membaca.


Tiket kereta ke Surabaya masih akan berangkat esok hari, gue memilih untuk berangkat sore menuju Semarang. Siang itu akhirnya gue memilih memasuki kota Salatiga. Diantar mobil hotel gue memilih menikmati kuliner kota ini. Awalnya mau ketemuan dengan teman lama di Jakarta namun dia ternyata ada urusan lain.

Sate Sapi Suruh


Mencicipi kuliner ini gara-gara Mas Adiq yang mengompori untuk mencoba. Yasudah akhirnya gue menambah destinasi dan mumpung di Salatiga. Dengan diantar mobil Hotel gue menuju tempat ini. Tempat makan tidak jauh dari pusat kota. Sate Sapi Suruh ini terletak di Jalan Jenderal Sudirman, tempatnya juga mudah dicari karena terletak di jalan besarnya, tepatnya di ruko Mimusa no F1-F3.  

Sampai disana saya akhirnya memesan satu porsi sate. Rumah makan ini ternyata sudah berdiri dari tahun 80an. Setiap harinya menjual sekitar 1000tusuk sate. Sebenarnya sate ini adalah sate sapi, namun juga ada pilihan lain.

Nama Sate Suruh Sebenarnya diambil dari nama sebuah desa di daerah Salatiga. Namun katanya sekarang ini sudah masuk kabupaten Semarang. Pemilik kedai ini yaitu ibu Ngamiyati. Kedai ini buka dari jam 09.30 pagi sampai 21.00

Pesanan sate pun datang dan saya sudah sangat lapar. Saat makan disini kedai lumayan sepi karena sudah sekitar jam 3 sore namun pengunjung tetap datang silih berganti. Saya mesan sate yang full daging. Tak lama sate ini pun sudah habis di makan maklum sudah sangat kelaparan. Harga sate ini 18.000 untuk satu porsi yang berisi 10 tusuk.


Sate Sapi Suruh memiliki rasa yang cenderung manis dan pengolahannya pun agak berbeda dengan sate pada umumnya. Daging untuk sate sudah dibumbui terlebih dahulu sebelum dibakar, sehingga rasanya bisa benar-benar meresap dan tidak berbau amis. Bumbu-bumbu rahasia yang digunakan antara lain adalah kayu manis, kunyit dan kencur.

Puas mencicipi Sate Suruh di kota ini akhirnya saya memilih untuk mencicipi kuliner dari kota ini yaitu Wedang Ronde. Oh iya warung ini tidak jauh dari tempat sate suruh, hanya berjalan sekitar 300 meter ke arah kiri nanti akan ada papan nama bertuliskan Wedang Ronde Jago.

Wedang Ronde Jago


Setalah menemukan papan nama tidak selalu harus menemukan langsung tokonya. Ternyata kedai ini masih masuk ke dalam lorong sempit pasar. Dari papan nama itu berjalan sekitar 100 m kita sudah menemukan kedai ini.

Sampai di tempat langsung aja memesan makanan ini. Ini (Wedang Ronde Jago) buka dari tahun 1964,menurut Johny Indrato yang juga pemilik dan keturunan ketiga wedang ronde Jago Di kedai ronde Jago mempunyai menu andalan dan menjadi favorit pengunjung sampai saat ini yakni wedang ronde sekoteng.

Ronde Sekoteng sendiri konon memiliki kasiat yang baik untuk kesehatan lambung dan daya tahan tubuh karena kuahnya terbuat dari air jahe. Selain itu sajian hangat dari ronde sekoteng juga sangat pas dinikmati terutama menjelang malam di Salatiga. Namun jika tak suka dengan sajian hangat, disediakan pula es wedang ronde.

Oh iya wedang ronde ini berisi berbagai macam ramuan. Kalau tidak salah ada 9 ramuan yang ada di dalam menu ini. Bahan-bahan wedang ronde  yaitu kolang-kaling, kacang, ronde, irisan jeruk kering, irisan manisan tangkeh kering, agar-agar dan sagu mutiara ke dalam cangkir kecil. Bahan-bahan itu kemudian dimasukkan kedalam mangkuk kecil dan kemudian dituangi air jahe panas dan ditaburi rumput laut. Cara meracik wedang ronde dan isi didalamnya merupakan salah satu kekhasan wedang ronde jago yang belum pernah saya jumpai sebelumnya. Beraneka ragam isi minuman ini yang mengakibatkan ronde jago memiliki rasa yang kaya dan citarasa yang special.



Wedang ronde sekoteng ini dibanderol seharga 13.000 rupiah. Oh iya selain wedang ronde juga ada kue-kue kecil untuk menemani ngewedang. Fyi juga ternyata Wedang Ronde Jago ini mempunyai cabang di Semarang loh guyss. So kalo mau nyobain cobain aja deh. Apalagi anget-anget beuhh dengan kota Salatiga yang lumayan dingin.


Setelah mencoba kuliner di kota ini, akhirnya gue memutuskan untuk mengejar bus menuju Semarang. Beruntung disana sudah ada ojek online jadi gue lebih mudah untuk mengakses ke sana. Oh iya gue naek dari pasar sapi lagi menuju kota Semarang.Tiket Semarang-Salatiga seharga 20ribu dengan menggunakan bus yang lumayan besar.

Sampai di Semarang sudah hampir magrib. Awalnya saya mau bertemu dengan Adit teman SMP yang menetap di kota ini dan juga sekalian menumpang menginap. Eh ternyata dia belom pulang dan baru bisa ketemu jam 9 malam. Hmm jadi saya mau kemana lagi sambil menunggu Adit?

Nantikan ya di part berikutnya.


Part 1Part 2Part 3
Part 4





You Might Also Like

8 comments

  1. Wedang ronde kuliner legendaris tuh bang,kapan y saya terakhir cicip wedang ronde. Fokus sama foto yang banyak kalender nya, konsepnya kereeen

    ReplyDelete
  2. Beda ya sama wedang ronde jogja?

    ReplyDelete
  3. Sate Suruhnya sedap tampaknya. kirain ada cerita apa dibalik namanya, ternyata nama desa hahaha

    ReplyDelete
  4. Sate sapi jadi agak nuansa steak plus bumbu kacang gitu ya bang?

    ReplyDelete
  5. Kalo sate masih enakan ayam tau O.o

    ReplyDelete
  6. Saya termasuk penyuka sate. Di dekat rumah saya ada kios Sate Tegal yang lumayan enak dan selalu laris.

    ReplyDelete
  7. Sate dan ronde. Pelengkap santap di malam hari. Uenak banget tuh, ntar mampirlah saat jalan-jalan ke Salatiga.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh