Sociotrip Dompet Dhuafa : Kurban Dikita Aja

August 11, 2018

Tadi saya melihat sekilas di Televisi bahwa lagi sidang itsbat buat penetapan awal dzulhijah. Saya pun baru sadar bahwa Idul Adha sebentar lagi. Mungkin bisa dalam hitungan hari idul adha akan datang menyambut kita. Hmm tiba-tiba kepikiran sudah siapkah saya untuk kurban tahun ini??? Terus mau kurban dimana?? Mau di dekat rumah atau kita kirimkan ke lembaga yang biasa mengakomodasi kurban ke daerah-daerah terpencil.

Seru banget kan kalau hewan kurban kita bisa dikirimkan kepada saudara-saudara kita yang jauh disana. Lagipula saya pernah denger kabar bahwa daging kurban di Jakarta sudah sangat melimpah dibandingkan dengan di daerah lainnya yang kekurangan. Hmm jadi kepikiran mau kirim ke luar daerah untuk tahun ini kurbannya.

Nah kalau ngomongin kirim kurban ke daerah pelosok saya kepikiran salah satu nama lembaga yang biasa menanggani ini. Saya kepikiran dengan Dompet Dhuafa. Katanya sih sudah hampir 24 tahun melakukan kegiatan ini. Wow keren kan sudah lama juga ya. Jadi makin mau nih tahun ini kurban ke pelosok.

Kebetulan juga pada hari selasa tanggal 7 agustus 2018 saya mengikuti kegiatan dari Dompet Dhuafa untuk melihat salah satu sentra ternak dari lembaga ini Yupz saya bersama temen-temen blogger dan media diajak ke Subang, lebih tepatnya di daerah Cijambe. Di sini ada sentra peternakan yang juga digabungkan dengan pertanian jadi semacam sistem Intergrated Farming gitu.

Pagi itu kami sudah siap meluncur menuju Subang dari Gedung Philantrophy Dompet Dhuafa. Tepat jam 8.00 mobil mulai melaju perlahan menuju tol lingkar luar dan akan terus melewati jalur cibubur karena untuk memotong jalur tol cikampek yang sedang macet. Perjalanan kami lalui dengan seru karena satu mobil berisi para blogger yang berisik sepanjang perjalanan. Hingga tidak terasa sebentar lagi akan sampai ke tempat ini. Tepat jam 11.30 mobil mulai memasuki lahan seluas 10 hektar kurang lebih.  

Wajah letih dan lapar terlihat dari wajah-wajah kami, namun semangat masih ada untuk mengikuti kegiatan sociotrip ini. Sampai disana kami disuguhkan dengan jus nanas yang segar serta makanan kecil khas Jawa Barat, seperti combor, tahu isi dan semacam lepet. Setelah istirahat sejenak dan melakukan shalat dzuhur kamipun menyantap siang bersama.

Biasanya sehabis makan pada ngantuk namun berkat pembawa acara yang semangat kami pun jadi segar kembali. Apalagi akan ada sedikit arahan dan materi dari tim Dompet Dhuafa yang akan membagi kami untuk kegiatan sociotrip mengunjungi peternakan domba dan kambing yang ada di sini.

Mengunjungi kandang domba dan kambing serta melihat pembuatan pakan ternak


Yeaah akhirnya kami jalan menuju kandang. Kandangnya tidak terlalu jauh hanya berjalan kaki 10 menit dari tempat kami berkumpul, namun perjalanan serasa lama karena kami harus foto-foto sepanjang perjalanan menuju kandang. Oke setelah puas foto-foto akhirnya kami sampai di kandang. Oh iya di kandang ini ada dua type satu buat pembibitan satu lagi buat kandang penggemukan. Oh iya kami dibagi ke 3 kelompok dan dipandu oleh pemandu lokal. Kebetulan pemandu kami adalah mas Adin yang merupakan pendamping dari sentra ternak ini.
Mas Adin Menerangkan kepada kelompok kami

Pada peternakan kandang penggemukan ini ada sekitar 160 ekor domba sedangkan di kandang pembibitan ada 80 domba yaitu 6 domba jantan dan 74 domba betina. Domba-domba yang diadopsi di sini merupakan jenis dari domba ekor gemuk. Oh iya fyi, jenis domba ada 4: Domba Garut, Domba Ekor Gemuk, Domba Ekor Tipis, dan Domba Priyangan (saya anak perikanan jadi ndak paham lah yah kan sama semua wajahnya). Domba-domba di sini dijaga asupan pakannya dengan baik. Jadi setiap domba tidak hanya makan rumput tetapi ditambah pakan buatan serta daun-daun untuk makananya.
kandang domba

Pakan buatan di sini ternyata dihasilkan dari hasil limbah dari perkebunan loh. Tadi kan sudah saya singgung tentang Integrated Farming di awal. Jadi konsep ini semua lini menjadi satu dan kesatuan. Pada sentra ternak ini pakan yang dibuat dari kulit buah nanas dan jerami serta ditambah molase untuk gula. Pengolahannya pun nanti melalui proses fermentasi terlebih dahulu. Nutrisi yang diperlukan tetap terpenuhi seperti karbohidrat ditambahkan dengan 10% dedak padi, sedangkan kadar gula sebagai stamina domba dari 5% molase (tetes tebu/kecap/gula).
pembuatan pakan


Penggunaan pakan buatan ini bisa menjaga bobot standar dari setiap domba di kandang ini. Oh iya bobot standar dari domba-domba di kandang dibagi ke 2 kategori. Ukuran standar kategori biru memiliki bobot 23-28 kg. Dan yang premium 29 sampai 35 kg masuk kategori warna merah. Domba yang tidak layak atau tidak masuk kualitas untuk kurban nantinya akan diperjual belikan di pasar lokal.
Domba yang Sudah lulus quality control diberi tanda

Sebagai hewan kurban, DD tetap melihat aturan syariahnya seperti usia domba masuk usia 1th dan sapi usia 2th. Dan domba pun tidak sakit atau cacat. Domba-domba di sini benar-benar dijaga kesehatannya. Setiap hari ada 4x proses pengecekan kandang. Pagi jam 06.00, siang 12.00, sore 18.00 dan malam 00.00. proses vaksinasi pun diberikan 3 sampai 4 bulan sekali.

Di sini, bila ada domba yang sakit, akan langsung segera di cek kesahatan, termasuk pemanggilan dokter hewan. Jadwal rutinnya, dokter hewan berkala dilakukan 2 bulan sekali. bisa dipastikan, domba-domba di sini benar-benar terawat. Oh iya perkebunan dan peternakan di sini sudah bekerjasama dengan dinas peternakan dan pertanian. Keren kan DD mengedepankan kualitas dalam setiap hewan kurban yang akan digunakan untuk kurban.

Maka dari itu Dompet Dhuafa mengadakan program “Tebar Hewan Kurban” setiap tahunnya. Melalui program Tebar Hewan Kurban ini, DD melakukan pendistribusian daging kurban. Tentu, daging-daging hewan yang didistribusiksan ini akan melewati proses quality control sesuai standar-standar yang ditentukan. Seperti standar bobot hewan kurban, kesehatan serta usia layak hewan kurban.
Mas Adin dan Pak Amut

Seperti yang saya tuliskan di atas, program THK ini sudah ada sejak tahun 1994, yang diawali dengan nama “Menebar 999 Hewan Kurban”. Pada tahun 1998 berganti nama menjadi Tebar hewan Kurban. Hingga saat ini guys. Berdasarkan laporan di tahun 2017, THK DD sudah mendistribusikan hewan kurban di 1310 desa, 455 kecamatan, 118 kabupaten, dan 19 provinsi di Indonesia. Sedangkan untuk wilayah luar negeri, didistribusikan ke Filipina, Myanmar, Timor-Timor,  Suriah, Palestina dan Rohingya” jelas Mas Satria dari Divisi Ekonomi Dompet Dhuafa.

Cita-cita dari diwujudkan program ini adalah upaya mendistribusikan berkah hewan kurban ke daerah-daerah terpencil melalui pemberdayaan kelompok peternak lokal yang mandiri. Jadi, melalui ternak sentral inilah, Dompet Dhuafa berusaha bekerja bersama masyarakat lokal untuk bisa hidup mandiri baik secara finansial sampai keilmuan melalui program ternak sentral ini.

Masyarakat lokal ini akan diberdayakan untuk menjadi peternak dan petani yang handal di sentra pertanian dan peternakan. Salah satu masyrakat lokal yang merasakan dampaknya yaitu Pak Amut. Beliau ini merupakan peternak kambing dahulunya dan sekarang mengikuti program pendampingan dari Dompet Dhuafa.

Banyak manfaat yang didapat dari Pak Amut melalui program ini. Mulai dari peningkatan hasil ekonomi sampai keilmuan seputar budidaya ternak domba” tutur beliau. Selain itu bantuan akses untuk menjual hasil penjualan ternak oleh Dompet Dhuafa kepada mitra pembeli membuat para masyarakat lokal sangat mudah dalam menjual hewan ternaknya.

Oh ya, dari program pemberdayaan ekonomi ini peternak yang sudah lulus kualifikasi, akan mendapatkan pembayaran dimuka 6 bulan sebelum domba dijadikan hewan kurban atau dijual. Jadi para peternak tidak akan sulit dalam menjual dan mendapatkan keuntungan dalam beternak secara mudah sehingga bisa lanjut memutar dana untuk ternak selanjutnta

Adapun syarat untuk bisa menjadi peternak dalam program pemberdayaan ini seperti:

1.   Dhuafa dengan pendapatan di bawah UMR.
2. Kepemilikan bangunan, kendaraan, elektronik yang sudah dinyatakan lulus survey tim kelayakan mitra.
3.   Jumlah tanggungan yang sesuai dengan pendapatan.

Tentang Komplek Pertanian Terpadu

Di Subang ini, awal mula berdiri program sentra ternak dan kebun yang dinamakan Kebun Indonesia Berdaya merupakan hasil prakarsa beberapa tokoh yang peduli terhadap Indonesias seperti Ippho Santosa, Ust. Yusuf Mansur, artis Teuku Wisnu dan lainnya. Program pemberdayaan masyarakat DD ini dilakukan dengan membeli lahan produktif yang nantinya dimanfaatkan untuk kesejahteraan dhuafa. Pada tempat ini, telah terbeli lahan seluas 10 hektar yang dibantu juga dari hasil penggalangan dana masyarakat sekitar. Pada tahap awal, Kebun Indonesia Berdaya ini mengelola aneka jenis pohon buah-buahan seperti Nanas, Jambu Kristal, Buah Naga dan Jeruk.

Ok guys saya jadi kepikiran untuk tahun ini berkurban ke Dompet Dhuafa setelah melihat proses perawatan hewan kurban yang mempunyai standar kualitas yang baik. Nah untuk temen-temen yang mau ikut berkurban juga yuk bisa salurkan hewan kurban ini lewat Dompet Dhuafa dengan cara

      1.       Membayar kurban mudah dengan layanan online: klik Kurban Dompet Dhuafa.  Pembayaran mudah dan sudah bisa di indomaret. Untuk informasi dan pemesanan hewan kurban bisa dilakukan melalui SMS, WA, website, email, telpon. Kontak whatsapp dan sms di no 08121292528. Email: layandonatur@dompetdhuafa.org

      2.       Gerai THK Dompet Dhuafa yang sudah tersebar luas di wilayah Jabodetabek.

Yoklah tahun ini berkurban ke daerah terpencil bareng Dompet Dhuafa, selain bisa meratakan distribus pembagian daging kita juga bisa membantu para peternak lokal yang menjadi binaan Dompet Dhuafa



You Might Also Like

4 komentar

  1. Fotonya keren di atas. Kalau kambing bisa bilang "ada kembaran aku, kok sama ya".

    ReplyDelete
  2. Wah programnya keren ya bs memberdayakan masyarakat sekitar :)

    ReplyDelete
  3. Foto pertama kayak adegan keluarga yang dipertemukan setelah puluhan tahun gak ketemu ya bro hehehehe

    ReplyDelete

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh