Lampung Krakatau Festival 2018 : Dari Festival Kuliner hingga Parade Budaya Lampung

September 06, 2018

Lampung? Kota yang dekat dengan Jakarta ini terakhir kali ku menginjakkan kesana saat masih SD. Masih ingat saya kesana langsung ke Way Kambas yang ada penangkaran gajahnya. Dan akhirnya setelah hampir 17 tahun tidak kembali ke Lampung ada kesempatan kembali ke provinsi ini. Cerita sekarang bukan tentang Way Kambas tapi tentang festival yang selalu di helat setiap tahunnya di Provinsi ini. Yupz Lampung Krakatau Festival yang sudah berjalan hampir 13tahun.

Undangan masuk melalui badan perwakilan Lampung di Jakarta yang mengajak blogger untuk menikmati festival ini. Malam tanggal 23 agustus kami pun berangkat dari kantor perwakilan bersama-bersama menuju Lampung. Oh iya saya bersama Rudi dari blogger dan beberapa staf dari kantor. Perjalanan kami menggunakan mobil dan dilanjutkan dengan kapal fery dari Merak menuju Lampung. Tepat pagi hari jam 6.00 kami sudah sampai hotel.

Lampung Krakatau Festival 2018 mempunyai banyak rangkaian acara ternyata. Mulai dari seminar internasional hingga parade budaya Lampung. Ada beberapa bagian acara yang saya datangi seperti pameran makanan di lapangan saburai, festival kanikan di taman gajah hingga observasi anak gunung krakatau. Wew paket komplit kan acaranya? Mau saya ceritain satu-satu apa gimana? Ehehhe

Lampung Krakatau Fesyival 2018 dimulai dari tanggal 20-26 agustus 2018 dengan berbagai macam rangkaian acara. Saya bersama Rudi mencoba menikmati festival ini walau baru bisa hadir saat tanggal 23 agustus. Tempat pertama yang kami datangi adalah festival food vaganza di lapangan Saburai. Di tempat ini ternyata banyak stand-stand dari berbagai macam bidang dinas di Lampung. Oh iya acara di Lapangan Saburai juga menyelenggarakan pemilihan duta kopi serta ada pemilihan kratau award. Pas di tanggal 25 agustus ada penampilan Candil yang bernyanyi di lapangan saburai.

Selain di lapangan Saburai juga ada festival Kanikan. Eh apaan itu festival Kanikan itu? Festival ini adalah festival kuliner yang di gagas oleh berbagai macam komunitas di Lampung. Acara ini diisi oleh banyak stand makanan dan acara –acara lainnya. Festival yang di laksanakan di Taman Gajah ini bisa dinikmati mulai dari sore hingga malam hari.

Udah puas hanya main-main di lapangan Saburai atau Taman Gajah saja? Ok saya diajak untuk observasi ke gunung krakatau. Wew gunung kraktau kan lagi aktif-aktifnya? Apa saya nyampe ga kesana?

Observasi Gunung Krakatau

Saat mau ke Lampung Krakatau Festival ini, obsesi saya adalah ke gunung ini. Dapat cerita dari teman yang tahun lalu datang bisa mengunjungi gunung ini sampai ke puncaknya. Duh sudah melihat dari dekat saja sudah seneng banget. Akhirnya pagi ditanggal 25 kami pun berangkat observasi gunung ini. Pagi itu kami sudah di bagi ke beberapa kelompok yang akan mengunjungi gunung ini. Kelompok-kelompok ini berisi para praktisi, blogger hingga mahasiswa yang mau observasi gunung ini.

Tepat jam 7 pagi rombongan berangkat dengan 8 bus yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara. Jam 8.30 kami sudah sampai di dermaga boom di daerah Kalianda. Penyebrangan menuju anak gunung krakatau dimulai dari sini. Setelah dilepas oleh ibu kepala dinas pariwiasat kabupaten kalianda kami akhirnya menuju ke pulau sebesi. Pulau sebesi adalah destinasi transit kami dan kami akan makan siang di pulau ini. Perjalanan dari dermaga Boom sampai di pulau sebesi memakan waktu kurang lebih satu setengah jam. Tepat jam 11 siang kami sampai di pulau ini. Pulau ini mempunyai pasir putih yang bagus dan laut yang biru. Sempat berniat mau nyemplung sih tapi ternyata saya lupa bawa baju ganti, yaudah duduk-duduk saja di pinggir pantai.

Saat di pulau ini kami disuguhkan makan siang dengan ikan bakar dan sambal dabu-dabu. Sambil menunggu informasi apakah kami bisa merapat ke anak gunung krakatau atau hanya melihat dari perahu saja. Tiba-tiba Pak Hai kepala bidang pariwisata dinas Lampung bilang ke saya dan Rudi “Doel kita dapet izin untuk naik ke kaki gunung anak krakatau, sekarang hayo siap-siap ke kapal”. Seharusnya kami sampai jam 13.00 di pulau sebesi akhirnya harus berangkat juga menuju anak gunung krakatau.

Semua perahu sudah siap. Ada 7 perahu yang berangkat bersama dan di bagi-bagi sesuai kelompoknya. Namun sayang kapal yang saya tumpangi mogok di dermaga. Saat semua kapal sudah berangkat menuju anak gunung krakatau kapal kami masih tertahan di dermaga. Hampir setengah jam kami tertahan tapi pada akhirnya kami harus mengganti kapal untuk menuju gunung krakatau. Perjalanan dari pulau sebesi memakan waktu hampir satu setengah jam. Kami di hadapkan dengan harap harap cemas karena takut tidak boleh turun dari kapal oleh penjaga sebab sudah melebih waktu.
Perjalanan anak gunung krakatau mulai menunjukan keaktifannya. Dapat saya lihat gunung ini mengeluarkan erupsinya sampai 3 kali. Was-was juga sih kan kita akan memasuki gunung yang selalu aktif di Indonesia. Tepat jam setengah tiga kapal merapat. Kapal-kapal lain sudah sampai dan bahkan banyak yang sudah bersiap untuk kembali. Awalnya kami mau diajak sampai ke batas hutan untuk melihat kontur anak krakatau namun apa daya saat mau memasuki hutan sang gunung pun terbatuk dan mengeluarkan asap. Hati terasa seneng banget sudah menapaki kaki gunung ini. Ya walaupun hanya di kakinya tapi seengaknya sudah pernah menjejakan kaki di anak gunung krakatau.

Jam 3 kami pun menuju kembali ke daratan pulau sumatra. Observasi ini ternyata juga pas dengan meletusnya gunung krakatau di tahun 1883. Letusan Krakatau 1883 terjadi di Hindia Belanda (sekarang Indonesia), yang bermula pada tanggal 26 Agustus 1883 (dengan gejala pada awal Mei) dan berpuncak dengan letusan hebat yang meruntuhkan kaldera.Pada tanggal 27 Agustus 1883, dua pertiga bagian Krakatau runtuh dalam sebuah letusan berantai, melenyapkan sebagian besar pulau di sekelilingnya. Aktivitas seismik tetap berlangsung hingga Februari 1884. Letusan ini adalah salah satu letusan gunung api paling mematikan dan paling merusak dalam sejarah, menimbulkan setidaknya 36.417 korban jiwa akibat letusan dan tsunami yang dihasilkannya. Dampak letusan ini juga bisa dirasakan di seluruh penjuru dunia (wikipedia)

Sudah puas di Lampung Krakatau Festival? Tenang acara puncak belum hadir. Acara puncak dari Lampung Krakatau Festival adalah saat parade budaya “Lampung Tapis Culture Carnival”. Acara ini tepat diakhir penutupan yaitu tanggal 26 agustus.

Lampung Tapis Culture Carnival

Parade budaya yang menampilkan baju adat dari kabupaten se provinsi Lampung ini dimulai jam 12 siang pada tanggal 26 agustus. Ada 36 kabupaten kurang lebih yang ikut berparade. Parade dimulai dari lapangan Saburai dan kembali lagi ke lapangan Saburai. Tidak hanya parade baju adat tapi juga ada para peserta dari Jember Fashion Carnival yang ikut memeriahkan. Tidak hanya manusia yang berparade tapi rombongan gajah lampung pun ikut berpartisipasi dalam parade ini.

Parade ini disambut sangat antusias oleh warga masyarakat Lampung. Sudah banyak yang menunggu di tepi jalan sepanjang arah parade. Parade ini juga dinilai dan di lombakan. Untuk penampil terbaik pawai budaya, kabupaten lampung barat berhasil meraih juara satu, juara 2 lampung selatan, juara 3 pesisir barat kemudian tanggamus disusul lampung utara dan terakhir tulang bawang.


Tak terasa waktu sudah sore dan Lampung Krakatau Festival 2018 sudah selesai dan parade pun sudah pulang. Akhirnya kami pun pulang kembali. Banyak cerita dari festival ini yang bisa saya rasakan sebagai orang dari luar Lampung. Mulai dari indahnya gunung krakatau hingga parade budaya dari Lampung. Sudah selesai juga tulisan ini tentang Lampung Lampung Krakatau Festival 2018. Sampai jumpa di acara ini tahun depan.



You Might Also Like

15 comments

  1. Sepertinya seru banget ya doel acaranya. Semoga suatu saat saya bisa menikmati keindahan Lampung Krakatau Festival. Salam dari Bojonegoro

    ReplyDelete
  2. dari beberapa waktu lalu lihat event ini di Instagram trus akhirnya nemu kisah lengkapnya di sini. hehe.. wah ternyata Lampung Krakatau Festival 2018 itu diadakan setiap tahun yaaa. mau dooong kak kapan2 aku diajaak :D

    ReplyDelete
  3. Kesempatan yang luar biasa niy Bang Doel bisa menjadi bagian dari parade festival Lampung, jadi pengalaman yg berharga ini.

    Next time semoga bisa menginjak puncak gunung Krakatau ya Bang Doel..

    ReplyDelete
  4. Kalau udah mengikuti parade budaya daerah pasti banyak pengalaman seru

    ReplyDelete
  5. Seru sekali perjalanannya. Saya belum pernah ikut trip event keren ini. Tahun depan semoga ada kesempatan. Sakit keluarga juga. Nabungnya dari sekarang hehehe

    ReplyDelete
  6. Pas bangets, desember mendatang kami akan munas di lampung. bisa didatangi nih rekomendasi tempat2 ciamik di sana..

    ReplyDelete
  7. Mantap Doel, Lampung Krakatau Festival ternyata menarik juga, ya. Apalagi Doel bisa poto barengsama mbak-mbak cantik, hahaha. Aku mau dong Doel kalau ada festival gini diajakin (eh bisa ngga, ya? Info awalnya nggak nemu hehehe)

    ReplyDelete
  8. Asik banget pas trip ketemu event seru seperti ini, luburan dan perjalannya pasti jadi lebih berkesan ya bang Doel.

    ReplyDelete
  9. seru ya acaranya.. liat di foto aja jadi pengen ikutan juga, apa lg liat pemandangan gunung dan lautnya yg nyatu itu loh, behhh.. kerennn...

    ReplyDelete
  10. Seru banget acara festivalnya ya. Moga kapan2 bisa ikutan, eh ini festival tahunan kan ya? Pengen jg liat krakatau walau dari jauh :D

    ReplyDelete
  11. Bang Doel tolong no wa yang di foto terakhir itu tuh ;)

    ReplyDelete
  12. Keren banget, suka sama baju baju tradisionalnya, mewah. Sayang belum pernah bisa hadir di acara sekeren ini

    ReplyDelete
  13. Ini sama kayak Festival Bumi Rafflesia di Bengkulu. Seru acara kayak gini. Bisa menjadi sumber informasi buat budaya, kuliner dan wisata..

    ReplyDelete
  14. Liat review yang ikutan krakatau festival seru dah. Tapi sayang kaga bisa ikutan kemarin. Ini tiap taun kan ya? Semoga taun depan bisa ikutan dah. Hehe.

    ReplyDelete
  15. Wah ini nih, ini, ke Lampung gak bilang-bilang dong sama kuncennya haha.

    Itu di kanikan sengaja ya, yg difoto pas dedek dedek emesh lagi jingkrak jingkrak. Dasar

    ReplyDelete

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh