Review Film : Suzzana Bernapas Dalam Kubur

November 14, 2018

Hai hai apa kabar?
Baik baik saja kan?

Gue mau review ah tentang film Suzanna Bernapas Dalam Kubur duuluu..
Pasti film ini yang akan kalian tunggu kan penanyanganya di bioskop-bioskop. Bayangin aja sang ratu horror yang selalu bikin kita ketakutan saat nonton filmnya. Kebetulan film tentang suzanna dibangkitkan kembali filmnya. 

Alhamdulillah gue kemarin berkesempatan mendapatkan tiket priemere film ini. Film yang udah gue tunggu dari awal thraillernya. Soalnya melihat fotonya sang pemeran utama suzzanna yaitu Luna Maya yang mirip banget. Penghidupan kembali karakter suzzanna kedalam diri Luna Maya mungkin berbeda.

Film yang disutradai oleh Anggy Umbara ini mengambil latar di tahun 70an didaerah dekat dengan pabrik. Yups Satria sang suami Suzzanna yang diperankan oleh Herjunot Ali bekerja sebagai direktur di pabrik ini

Film ini awal-awal merupakan tentang suami istri yang hidup berbahagia hingga sang istri (Suzzanna) hamil. Masa-masa bahagia akan punya anak dilalui oleh pasangan ini. Sampai pada suatu saat Satria dapat tugas keluar negeri untuk urusan kerjaanya. 

Satria harus pergi keluar negeri walau dia sudah berjanji untuk menemani istrinya selama hamil. Di lain waktu juga satria harus berurusan dengan Jonal dan beberapa karyawan yang meminta kenaikan gaji. Jonal yang meminta kenaikan gaji padahal baru beberapa bulan para karyawan naik gaji

Film ini di awal gue kira akan berisi film yang “horror” banget namun ternyata ada beberapa scene komedi. Beberapa kali saya tertawa karena tingkah tiga pembantu Suzzanna yang di perankan oleh Asri Welas (Mia), Opie Kumis (Rojali) dan Ence bagus (Tohir). Ketiga pembantu ini memberikan suasana yang tidak mencekam dalam film horror ini. 

Saat Satria pergi,  Jonal (Verdi Solaiman), Umar (Teuku Rifnu Wikana), Dudun (Alex Abbad), dan Gino (Kiki Narendra) yang kesal lantaran tidak dapat kenaikan gaji berkumpul untuk balas dendam ke satria. Mereka berencana merampok rumah Satria dan hanya mengambil mobil lalu dibagikan berempat.

Akhirnya 4 sekawan ini merampok rumah Suzzanna saat malam minggu. Pada malam itu para pembantu dan suzzanna pergi menonton layer tancap. Umar yang memberikan ide ini, karena dia ternyata ada hati dengan Suzzanna, dia juga yang awalnya menolak merampok namun mengikuti juga karena kebutuhan hidup.

Pada malam minggu yang ditunggu mereka akhirnya merampok. Mulai mengambil beberapa barang yang ada. Mereka juga mencari kunci mobil yang tidak ketemu-temu. Namun naas ternyata Suzzanna yang sudah tidak enak badan saat awal berangkat ternyata pulang duluan. Awal dia pulang hampir aja Suzzanna mau ditikam Jonal, namun tidak jadi. Sampai akhirnya Suzzanna tertidur dan para pencuri ini berniat keluar semua eh malah salah satu kawanan ini malah menyentuh piano hingga suzzanna terbangun karena dengar suara ini

Suzzanna terbangun dan turun untuk mengecek ada apa. Setelah mengecek semua dan tidak melihat ada apa-apa Suzzanna mau kembali tidur hingga dia melihat kawanan perampok ini mau kabur lewat jendela. Para perampok ini mau membungkam suzanna dan mengejar-mengejar hingga keluar rumah. Hingga akhirnya suzzanna terbunuh oleh Dudun yang tak sengaja memegang bamboo. Saat suzzanna sudah sekarat para perampok ini berdebat Panjang. Hingga akhirnya merekapun bersepakat menguburkan suzzanna. Saat suzzanna mau dikuburkan ternyata dia masih hidup dan bergerak minta tolong

Film yang diremake dari film tahun 70an yaitu Sundel Bolong ini ceritanya hampir sama namun menurut sang produser Sunil Soraya film ini gabungan dari film beranak dalam kubur dan bernapas dalam lumpur. Film ini dua-duanya merupakan film yang dibintangi oleh suzzanna. Pada awal pembuatan juga film ini sempat kebingungan mencari aktrisnya. Hingga akhirnya harus dibantu tata rias dari Rusia untuk mencoba mengcover dan menghidupkan kembali suzzanna.

Suzzanna yang sudah dikubur ternyata keesokan harinya sudah terbangun kembali di kamarnya. Namun suzzanna pun tersadar saat dia bangun dan memegang punggungya yang bolong. Film ini berlanjut dengan adegan serem Suzzanna yang menuntut balas dendam kepada para kawanan perampok.

Para perampok mulai didatangi satu persatu. Terus dihantui oleh suzzanna yang telah menjadi sundel bolong. Hingga akhirnya setelah Dudun terbunuh para perampok ini meminta bantuan dukun bernama mbah turu yang merupakan paman dari Gino. Namun ternyata jimat dari Mbah Turu ini tidak mempan terhadap suzzanna hingga ada yang kembali terbunuh dari kawanan perampok. 

Film ini menurut gue tidak terlalu menakutkan dibanding film suzzanna yang dulu. Iyalah gue nonton siang hari aja sudah takut ke WC, namun film ini malah banyak humornya walaupun tetap saat adegan Suzzanna menghantui para perampok bikin serem juga. Kalau menurut gue juga peran Luna Maya belum berasa “menakutkan”, tapi lumayan cukup para penonton cewek pada ketakutan sih.

Film ini tak berasa horror yang menakutkan karena trio pembantu suzzanna yang membikin rasa film ini berubah. Apalagi saat mereka mulai mengetahui bahwa suzzanna ini seorang hantu. Rojali yang penasaran akhirnya melakukan pengecekan dan mengajak pembantu lainnya untuk melihat. Akhirnya mereka pun tahu bahwa suzzanna merupakan hantu,

Satria yang akhirnya pulang pun tidak tahu bahwa istrinya ini sudah meninggal. Hingga pada akhirnya dia diberitahu oleh jamaah masjid tentang keanehan yang terjadi pada istrinya. Satria yang tak percaya akhirnya mendapatkan telepon dari para perampok yang memberitahu melalui telepon misterius tentang istrinya. Pada akhirnya satria mengajak istrinya mengajak ngaji untuk menghilangkan hal-hal yang negative di keluarga mereka. Namun disinilah mulai satria tak percaya hingga suzzanna kepanasan karena dibacakan ayat alquran. 

Satria pun akhirnya menemukan kuburan istrinya karena ulah telepon misterius dari perampok. Hingga para perampok memprovokasi warga untuk membakar rumah satria karena suruhan sang dukun yang mengatakan untuk menghilangkan Sundel Bolong yaitu membakar rumahnya yang dia tempati dan membunuh suaminya yang menjadi sumber kekuatannya.

Hmm udah ah nanti disangka spoiler lagi kalo nulis sampe ending cerita. Pokoknya menurut gue cobain nonton deh filmnya yang akan tayang 15 november nanti. Yang pasti film ini bikin gue kaget dan memberikan cerita yang berbeda dari orang-orang bayangkan saat mau menontonnya. Udah kuy nonton dah…

Yuks…

You Might Also Like

12 komentar

  1. Nggak mau nonton; paling males genre horor hehehe

    ReplyDelete
  2. Wah komplit banget sinopsisnya. Seru juga film Suzannanya

    ReplyDelete
  3. Mau nonton tapi karena unsur komedinya masih kental kayaknya kurang greget ya mas

    ReplyDelete
  4. Temenku juga nonton film ini malah ketawa-tawa katanya bang, mungkin karena alasan yang sama. Trio pembantu yang bikin ulah. Tapi, menurutku bagi mereka yang ingin merasakan sensasi film jadul Suzana, oke oke aja sih ngelihat remake filmnya. Mungkin bisa mengatasi rasa rindu film horor jadul hehehe

    ReplyDelete
  5. Entah kenapa akutuh kurang suka film horo, karena bagi aku nyebelin hehe.. (bilang aja ngga berani) tapi baca review ini, sepertinya tidak akan menyebalkan seperti film honor yang lain.. mmm.. nonton apa ngga ya besok? hehe ngga spoiler ko.. malah bikin penasaran!

    ReplyDelete
  6. Wah seru bacanya hehe..btw au dari duku gak suka film horor baca sinopsisnya jd penasaran juga hahaha

    ReplyDelete
  7. Jadi ingat beli sate kalau film ini hahahhahahhha

    ReplyDelete
  8. Waduh...kalo nonton ini sendiri nggak berani ahhhh...takut.hahahaha...mending nonton bareng2 aja

    ReplyDelete
  9. Penasaran pengen nonton tapi takut wkwk eykeh cemeeen..

    ReplyDelete
  10. Nonton horror itu semacam bayar tiket untuk ditakut takutin. Ahemm

    ReplyDelete

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh