Siap dan Siaga Untuk Menghadapi Tsunami Jakarta

March 04, 2019

Jakarta tsunami??


Akhir tahun lalu Indonesia dilanda bencana yang berturut-turut. Mulai dari Bencana tsunami dan likuifikasi di Palu hingga Tsunami selat sunda yang dihasilkan dari erupsi gunung Krakatau. Indonesia memang negara rawan bencana apalagi dikelilingi oleh gunung berapi yang cukup banyak. 
Lalu apakah Jakarta akan kena tsunami? Seperti yang pernah diprediksi oleh penelitian dari LIPI. 

Hari kamis tanggal 28 april 2019, Tempo mengadakan Ecotalk yang mengangkat tema “Amankah Jakarta dari Tsunami?”. Acara ini dilaksanakan di Candi Bentar Putri Duyung Ancol. Hadir pada acara ini pembicara yang sudah paham yaitu Kepala Subdit Pencegahan Bencana BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Berton Panjaitan, Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG (Badan Meteorologi Klikmatologi dan Geofisika) Rahmat Triyono, Perencana Ahli Utama Kedeputian Pengembangan Regional BAPENAS Suprayoga Hadi dan Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Eko Yulianto.

Acara yang dibuka oleh direktur Tempo Melky Sofiyansah ini mengangkat tema yang sangat penting dan baru pertama kali diadakan oleh Tempo Media. “isu bencana biasanya dibicarakan saat bencana sudah terjadi. Maka dari itu program ecotalk yang pertama kali ini mengangkat tema bencana. Sepatutnya diskusi bencana harus dilaksanakan sebelum bencana itu terjadi” ujar Pak Meiky Sofiyansah dalam sambutannya.

Jakarta pernah ga sih kena tsunami?


Jakarta sendiri pernah terkena tsunami pada tahun 1699. Waktu itu efeknya juga berasa banyak rumah yang hancur. Banyak yang menghubungkan efek dari meletusnya Gunung Salak yang mengakibatkan juga terbentuknya aliran sungai ciliwung yang membelah Jakarta.
Bapak Supryagoga Hadi dari Bappenas menuturkan bahwa “Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana adalah suatu kewajiban, bagaimana kita bisa mengurangi sebuah bencana itu merupakan kewajiban. Jika pertanyaannya Jakarta amankah dari bencana? Jika direncanakan dengan baik tata kotanya, bisa jadi aman,”  

Jakarta sudah siap menghadapi tsunami?

Pembangunan merupakan sebuah titik awal dalam penanganan bencana. Jepang yang sudah sering terkena gempa lebih siap dalam mengatur tata kelola ruang di sekitarnya. Lantas bagaimana dengan Jakarta?. Jaman dahulu tata letak ruang sudah dimulai. Dapat dilihat dari jaman Deandles rumah-rumah menjauhi laut. 

Harusnya kita bisa belajar dari pengalaman. Dari tahun 1990 sudah ada alat pendeteksi tsunami. Pada jaman presiden SBY peletakan alat pendeteksi pun terus dikejar, namun belum semua tersebar sudah terkena gempa Aceh. Mengakibatkan peletakan alat ini tertahan untuk fokus pemulihan.

Menurut Berton Panjaitan dari BNPB, Bencana harusnya jadi pembelajaran bagi kta. “Masyarakat seolah lupa dengan bencana, padahal masyrakat terdampak memiliki pengalaman traumatik. Pengalama di Aceh, warga malah kembali ke pantai, padahal bencana akan datang suatu waktu” ujarnya.

Mewujudkan daerah yang aman Dari bencana dengan cara taat aturan. 
1. Bencana tata ruang
2. Pengurangan resiko bencana
3. Kesiapsiagaan

Dari ketiga hal itu memang menjadi satu kesatuan. Pemerintah sendiri harusnya juga sudah menyiapkan permasalahan kesiapsiagaan. Masyarakat harus mengetahui kapan kemana dalam mencari tempat evakuasi saat bencana. Ini memang sangat penting karena itu menandakan kita sudah siap dalam menghadapi bencana, jangan sampai kita bingung mau kemana saat bencana.

Menurut Rahmat Triyoni dari BMKG “ ketidak amanan Jakarta dalam bencana karena tata ruang yang tidak sesuai. Bisa jadi nanti bila terjadi gempa di Selat Sunda, Jakarta bisa terkena efek yang besar. Kondisi pantai pun sudah tidak sesuai dengan tata kelola yang ada.

Jadi sudah siapkah kita menghadapi bencana??


Setelah bencana banyak sekali “hoax” yang bertebaran. Tidak kebayangkan kan berita yang ringan tiba-tiba berubah panik karena ada beberapa orang yang menyebarkan berita. Jadi kita sebagai masyarakat harus percaya pada orang-orang yang berkompeten dibidang bencana seperti BMKG dan BNPB.

Peran serta menghadapi bencana harus dari semua kalangan. Tidak hanya dari masyarakat tetapi pemerintah pun harus. Simulasi bencana harusnya ada setiap tahunnya. Kegunaanya untuk mengetahui sudah siapkah kita sebagai masyarakat.

Yuk kita bersama siap siaga dalam menghadapi bencana.


You Might Also Like

0 komentar

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh