Buku Peta Kinerja Pemberdayaan Masyarakat : Melihat Jakarta Dari Sisi Kaum Marginal

August 10, 2019

Jakarta, apa yang kamu pikirkan tentang kota ini? ibu kota, kawasan mewah, bangunan megah. Namun ternyata Jakarta tak hanya itu. Saya yang sudah hampir seperempat abad di kota ini melihat banyak ketimpangan yang ada. Ya timpang antara si Kaya dan Si miskin di kota ini terlihat jelas. Lihat saja di gang-gang kecil, kampung-kampung bantaran sungai terlihat jelas cerita ini. 

Potret ini yang memang terekam jelas di mata saya tentang ketimpangan sosial. Saat kemarin hadir dalam diskusi “Potret kaum marginal Jakarta Dulu, Kini, & Nanti” pada 7 Agustus 2019 di Bumbu Desa Cikini. Diskusi yang diselenggarakan oleh YBM PLN ini juga sebagai peluncuran buku terbaru tentang “Peta Kinerja Pemberdayaan Masyarakat di Jakarta”.

Kegiatan diskusi publik ini pun dihadiri oleh orang-orang yang paham akan bidangnya. Ada Salman Al Farisi selaku Deputi Direktur YBM PLN, M. Chozin Amirullah dari tim turun tangan, Bhima Yudhistira selaku peneliti INDEF, Sabeth Abilawa pengurus ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Jakarta, Serta pemerintahan yang diwakili oleh Dr.Mariana, M.SI selaku Sekretaris Dinas Sosial DKI Jakarta.

Menurut Dr Mariana “ pemerintah terus berupaya membantu rakyat yang masuk dalam kategori miskin. Banyak program yang digelentorkan seperti KJP, KIS dan banyak lainnya”. Jangkauan pemerintah untuk menangani masalah ini memanglah rumit, menurut data yang ada peningkatan kesejahteraan di Jakarta hanya meningkat 0,3 persen dalam 3 bulan selama di 2019.

Menurut Pak Chozin juga “ Gap antara si kaya dan miskin ini panjang banget. Terlihat coba di Jakarta utara banyak ketimpangan. Kalau main ke daerah PIK, SLipi terlihat rumah mewah namun bila main ke arah Tanjung Priok bukan main kumuhnya” hal ini yang menjadi turut andil kita masyarakat untuk bergerak bersama. Menyelesaikan masalah sosial yang ada.

Maka dari itu dengan adanya Lembaga-lembaga sosial yang ada di Jakarta harus ada andil bersama membangun kota ini. Tak hanya harapan dari pemerintah yang memang belum bisa menjangkau ke semua lini.

YBM PLN juga andil dalam bersama mengentaskan masalah ini. pada tahun 2018 YBM PLN sudah menyalurkan dana ZISWAF (zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf) sebesar Rp 17,37 miliar, yang terkumpul dari para Muzakki dan donatur. Dari dana yang terkumpul lalu disalurkan kepada 49.534 jiwa penerima manfaat, yang terdiri dari 35.705 penerima manfaat program sosial kemanusiaan, 5.500 jiwa penerima manfaat program kesehatan, 5.064 jiwa penerima manfaat program pendidikan, 1.654 jiwa penerima manfaat program ekonomi, dan 1.615 jiwa penerima manfaat program dakwah.

YBM PLN tak hanya memberikan langsung bantuan tapi memberikan “kail dan perahu” agar para penerima manfaat ini bisa terus berlanjut. Karena menjadi orang miskin itu tak hanya factor keturunan tapi juga bisa jadi factor alam. “Bisa jadi hari ini dia masih memakai pakaian bagus, dan rumah yang mewah. Namun tidak tahun bila esok ada bencana yang membuat dia harus menjadi miskin seketika” ujar Salman Alfaris deputi direktur YBM PLN. Maka dari itu kita pun harus siap-siap dalam menghadapi hal ini kedepannya.

Jadi gimana siap kita turun tangan benahi Jakarta? Agar Jakarta Maju Kotanya Bahagia Warganya. Yuk turun tangan bareng



You Might Also Like

0 komentar

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh