Hari Kesehatan Jiwa : Sehat itu Tak Hanya Fisik Tapi Juga Jiwa

October 15, 2019

Akhir-akhir ini kasus bunuh diri makin berkembang. Berbagai hal yang mengakibatkan bunuh diri selalu ada di berita. Mulai dari masalah keluarga, teman bahkan hal asmara pun menjadi salah satu pemicu bunuh diri. Bunuh diri bisa menjadi salah satu akibat dari kesehatan jiwa terganggu. Tak hanya bunh dari saja bisa juga kita stress atau gila. 

Ngomongin tentang kesehatan jiwa, tanggal 10 oktober kemarin juga diperingati sebagai World Mental Health Day atau Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) ke-27. Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kesehatan mengangkat tema Mental Health Promotion and Suicide Prevention dengan penguatan pada #sehatjiwa dan #cegahbunuhdiri.

Apasih Kesehatan Jiwa??

Kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya. Wih jadi orang yang jiwanya sehat dia harus bisa memberikan kontirubusi dan produktif, kalau tidak berarti kesehatan jiwanya terganggu.

Setiap orang itu harus sehat jiwa,mental, fisik dan rohaninya. Toh bila diluar sehat namun dari jiwa dan mentalnya tidak sehat mau dikata apa. Fyi neh Berdasarkan Riskesdas (2013) orang dengan gangguan jiwa prevalensinya 1,7%. Sedangkan, prevelensi gangguan mental emosional 6%. Kasus gangguan jiwa biasanya terjadi di lingkup rumah tangga. Karenanya keluarga harus saling peduli antar anggotanya.

Kesehatan jiwa itu mempengaruhi terhadap kesehatan fisik kita juga loh. Seperti orang sakit jantung bisa menjadi nanti depresi atau orang diabetes bisa jadi depresi karena penyakitnya. Maka dari itu dari kita sendiri bila menghadapi suatu penyakit harus siap dan anggota keluarga juga mendampingi.

Kesehatan jiwa dan bunuh diri.

Hal kesehatan jiwa erat hubungannya dengan kejadian bunuh diri. Seperti di paragraph awal Bang Doel bilang. Kesehatan jiwa setiap penduduk juga tak berpengaruh terhadap keadaan suatu negara. Tingkat bunuh diri di negara berpenghasilan tinggi lebih tinggi dibanding di negara berpenghasilan rendah atau menengah (12,7% : 11,2 % per 100.000 populasi).

Ow ow parah ya. Bagaimana di Indonesia?

Menurut Dr. dr. Fidiansjah M. A, Sp.KJ, MPHD (irektur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA), di Indonesia data ini belum terdata baik namun dilihat dari beberapa data angka bunuh diri di Jakarta (1995-2004) mencapai 5,8/100.000 penduduk (Prayitno). Laporan WHO di tahun 2010 menyebutkan angka bunuh diri di Indonesia mencapai 1,6 hingga 1,8 per 100.000 jiwa ( 5.000 orang/tahun).

Banyak juga ya. Oh iya setiap di balik satu kematian akibat bunuh diri, ada 20 kematian bunuh diri tak terdata. Diketahui pula prevalensi bunuh 3,7 per 100ribu penduduk setiap tahunnya. Ini yang terdata, pasti masih ada yang belum terdata.

Menurut ibu Gamayanti dari ikatan Psikologi Klinis menyampaikan bahwa tingkatan bunuh diri itu bisa saja menular. Beberapa penyebabnya antara lain ada artis terkenal melakukan bunuh diri, ada bunuh diri di sekitar rumah, terlalu banyak berita bunuh diri dan adanya website bunuh diri. Jadi setiap orang dengan kesehatan jiwa terganggu bisa saja mempunyai potensi bunuh diri.

Ada beberapa hal orang mau bunuh diri  yaitu 
- Kesepian
- merasa tak berguna, 
- lelah dengan kehidupan, 
- putus asa, 
- tidak ada yang mendukung, 
- merasa dijauhi, 
- perasaan tertekan, 
- dan lain-lain.

So bila ada teman yang seperti ini jangan dijauhi. Harus kita rangkul, dengarkan saja dia berbicara kalau bisa kasih solusi terhadap masalah yang ada. Fyi juga semua orang bisa terkena dampak kesehatan jiwa. Seperti ibu Noviaty seorang psikolog yang mengalami depresi pasca melahirkan

Beliau sempat hampir membuang anaknya bahkan dirinya mau bunuh diri. Namun hal itu tak terjadi karena beliau akhirnya menemukan dunia baru dan komunitas. Yes beliau bergabung dengan komunitas mother hope Indonesia. Dengan bergabung di komunitas ini beliau bisa menyalurkan masalahnya dan bercerita tanpa harus depresi.

Jadi gimana gengs? Bila ada temen kalian yang ada potensi kesehatan jiwanya terganggu lebih baik kita rangkul jangan sampai kita lepas. Oh iya di kemenkes juga ada aplikasi sehat jiwa untuk berkonsultasi secara online. 

Dan selamat hari kesehatan jiwa. Semoga kita tetap sehat jiwa dan raga.
cherrs

You Might Also Like

0 komentar

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh