5 Strategi Utama Kemenkes untuk Disabilitas

December 03, 2019

Selamat hari disabilitas internasional. Tau ga temen-temen setiap bulan November itu diadakan peringatan sebagai hari disabilitas. Peringatan ini diadakan untuk meberikan tempat kepada teman dan saudara kita yang disabilitas. 

Tahun ini kebetulan Bang Doel hadir dalam perayaan hari disabilitas internasional ini di Kemenkes RI. Hari itu tanggal 27 november 2019 bersama teman-teman blogger ikut menyemarakkan kegiatan ini. hadir hari itu juga diadakan talkshow dengan tema interaktif yang semakin membuat wawasan kita tentang difabel.

Menurut WHO tahun 2010, lebih dari satu milyar anggota masyarakat dunia adalah penyandang disabilitas. Hal ini berarti bahwa 15 dari 100 orang di dunia merupakan penyandang disabilitas. Sekitar 2 – 4 dari 100 orang tersebut termasuk dalam kategori penyandang disabilitas berat. Meskipun kemajuan teknologi dan upaya pencegahan telah banyak membawa manfaat dalam pencegahan disabilitas, namun masih terdapat banyak kondisi yang akhirnya berujung pada disabilitas.

Memang sudah banyak kemajuan teknologi yang bisa membantu saudara-saudara kita ini tapi terkadang saat dipelayanan public masih jarang akses ini terjadi. Salah satu contoh pada acara kemarin ada peserta tuna rungu yang menyampaikan pendapatnya bahwa saat di tempat umum misal saat antrian banyak yang hanya memanggil namun tidak ada tulisan karena mereka tidak mendengar saat panggilan akhirnya terlewat. Apalagi pembelajaran Bahasa isyarata kepada orang non medik masih jarang dilakukan.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi disabilitas pada penduduk Indonesia yang berusia 5 – 17 tahun sebanyak 3,3% dan pada usia 18 – 59 tahun mencapai 22%, yang tertinggi di Sulawesi Tengah dan yang terendah di Lampung. Kondisi saat ini di masyarakat, penyandang disabilitas dianggap merupakan kelompok yang paling rentan dan termajinalkan di masyarakat. Sebagian besar mereka masih tergantung pada bantuan dan rasa iba orang lain serta belum mendapatkan hak untuk memperoleh kesempatan dan perlakuan agar bisa bertindak, beraktifitas sesuai dengan kondisi mereka.

Maka dari itu kemenkes mengeluarkan rekomendasi 5 Strategi Utama yang akan membantu para disabilitas ini dalam melaksanakan kegiatannya. Lima Strategi Utama itu yaitu :

1. Penguatan advokasi dan koordinasi lintas program dan lintas sektor untuk mewujudkan implementasi kebijakan dan aturan layanan kesehatan inklusif disabilitas.

2. Penguatan peran serta masyarakat termasuk Penyandang Disabilitas dan kerjasama dengan sektor kesehatan.

3. Peningkatan akses pelayanan kesehatan inklusif dengan memperhatikan aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas.

4. Penguatan sistem surveilans serta pemantauan dan evaluasi kegiatan, serta

5. Penyediaan sumber daya yang mampu melayani Penyandang Disabilitas.

Kegiatan ini juga akan dikaitkan dengan peraturan yang akan dikeluarkan pemerintah. Memang peraturan untuk disabilitas sudah banyak dikelurakan. Seperti peraturan untuk pembangunan bangunan Gedung yang harus ramah dengan disabilitas. Pokoknya saudara-saudara kita ini bisa menikmati pelayanan yang sama seperti kita.

Oh iya selain kegiatan ini juga nanti akan ada kegiatan lain yang menunjang kegiatan bersama hari disabilitas ini. Ada pameran di Bekasi, ada perayaan hari disabiltas tanggal 2-3 desember. Dengan adanya kegiatan ini semoga kedepannya kita semua bisa peduli terhadap saudara kita yang difabel ini.

” Indonesia Inklusi,SDM Unggul”.

You Might Also Like

4 komentar

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh