Membongkar Mitos Mendaki Gunung Bersama RS Firdaus Dan KUBBU BPJ

August 23, 2017



Wew naik gunung? Kapan terakhir kali ya gue naik gunung? Duh gue sendiri mungkin masih bisa keitung pake jari berapa kali naik gunung dari kecil sampai sekarang umur masih 17th  eh 27th deng. Pertama kali banget naik gunung mungkin ke gunung bromo yak gue. Itu pun jaman SD apa SMP gtu deh saat gue masih lucu-lucunya. Saat ini naik gunung menjadi primadona bagi setiap kalangan baik itu anak pencinta alam sampai anak yang belum menjadi pencita alam pun pada naik gunung. Pernah liat kan beberapa kali kasus pada ngambil edelweiss ataupun tulisan-tulisan “tunggu aku di Mahameru” etcnya lah ahahah.. 


inget yaaa

Berbicara tentang naik gunung mungkin banyak hal yang harus di persiapkan dari diri kita sendiri bahkan ke kompakan tim juga harus ada. Jangan sampe deh kita kehilangan arah atau sakit pas mau summit. Kalo kata anak pendaki “tujuan paling utama saat naik gunung itu adalah kamu rumah “ iya kita harus balik ke rumah jangan sampai nanti ortu, pacar, istri atau mantan sedih nungguin kita enggak pulang-pulang. Nah kebetulan nih gue kemarin ikut acara dari KUBBU (Klub Buku dan Blogger) BPJ yang berjudul “Membongkar Fakta dan Mitos Pendakian Gunung” wew fakta dan mitos ayewww… Pembicaranya juga kece-kece mulai dari mas Harley, mas Tyo Survival (itu loh yang sering maen-maen sama uler) selain itu ada juga Pak dr Ridho dari RS Firdaus serta tidak ketinggalan Mba Siti Maryam (Pendaki yang hilang 4 hari di rinjani) serta om Edi Yamin dari BPJ di pandu dengan moderator cantik mba Nanisa


pembicara dan moderator

Acara mulai pukul 12.30 tepat dan peserta juga membludak sampe banyak yang berdiri (kayak naek metromini) demi menyaksikan acara yang super keren inih. Acara di buka oleh host kenamaan yaitu om Eka ( maunya dia di panggil dedek). Di mulai dari mas Harley yang menerangkan fakta dan mitos saat pendakian ada berbagai macam hal. Mulai dari menyebarkan garam untuk melawan ular sampai melarang wanita haids untuk naik gunung. Banyak sekali mitos atau fakta yang ada saat pendakian bahkan mas Harley pun bilang “ Mitos atau Media itu beda tipis” entah atau percaya atau tidak sudah percayaaaa sajaaa…
rame beut


Gue yang awalnya agak ngantuk-ngantuk di awal acara karena kekenyangan tiba-tiba di kagetkan oleh pembicara kedua yaitu mas Tyo Survival yang tiba-tiba mengeluarkan ular dari tasnya iyeee ular beneran. Wew jadi seger neh mata gue ngeliat ada yang bawa hewan lucu kaya gitu. Mas tyo menceritakan fakta dan mitos seputar pendakian. Nah ada yang pernah nabur cinta garam saat kemah di sekitar tenda untuk menghindarkan ular? Eh ternyata sama mas Tyo di tes sama ularnya di taburin garam ga taunya tuh uler malah ngelewatin aja kagak ada takut-takutnya. Usut punya usut ternyata garam pada jaman dulu cuma jadi media pemujaan saja dan ternyata ular itu takutnya dengan ijuk dari sapu dan juga dari wangi-wangi tubuh kita makanya di sarankan untuk menyemprotkan parfum di sekitar tenda agar wangi selain bisa menjauhi dari ular juga mendekatkan gebetan

mas tyo dan apri

uler vs garem

Tepat pukul 14.00 pembicara ketiga datang menghampiri eh berbicara yaitu mba Siti Maryam bersama Edi M Yamin. Cewek strong dan kece ini pernah hilang di Gunung Rinjani selama 4 hari 3 malam saat pendakian.  Selama empat hari Siti bertahan hidup dengan mengandalkan madu  dan permen yang tersisa di dalam kantung celana, barang ia titipkan ke temannya saat ijin ingin BAB, Siti tetap tenang dan tetap berpikir logis untuk mencari jalur kembali ke basecamp walaupun dia bilang bahwa kayak di tutupin gitu sama “makhluk Halus”. Keinginannya untuk tetap survive dan mentalnya yang tangguh akhirnya membuat dirinya selamat dan ditemukan kembali oleh seorang penggembala. 

mba siti dan om edi

Nah nah ini yang terakhir dari pembicara bidang kedokteran yang di pandu oleh dr. Ridho Adriansyah dari RS firdaus. Menurut pak dokter ada beberapa hal yang harus di perhatikan saat mendaki yaitu :
1.      Pastikan Kondisi hati mental dan fisik pada diri sendiri baik
2.      Persiapkan penghangat tubuh seperti jaket, celana panjang serta obat-obatan (paracetamol dll) dan makanan serta air minum yang pas jangan sampai dehidrasi
3.      Persiapkan tenda atau bivak untuk berteduh
4.      Patuhi segala aturan yang ada dan dengarkan kata guide atau ranger yang mendampingi
5.      Jangan mendaki sendirian ajak teman minimal 3 orang
6.      Jangan lupa berdoa



Selain itu dr Ridho juga menambahkan Di sisi lain untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat mendaki gunung seperti sakit misalnya, dr. Ridho Adriansyah menganjurkan supaya para pendaki membawa P3K standart seperti Paracetamol, obat alergi, obat penyakit khusus pribadi, jangan lupa juga untuk membawa oksigen kaleng, karena semakin tinggi gunung kadar oksigen semakin sedikit. Setiap Tubuh manusia memiliki batasan dan masing-masing orang berbeda-beda. Manusia bisa bertahan dengan tidak makan tapi tidak denganya bisa dengan tidak minum. Manusia tidak minum selama 3 hari ginjal bisa rusak. Batas tubuh mengalami dehidrasi dalam dunia medis adalah 3 hari.


Oh iya acara ini di sponsori oleh RS Firdaus loh. Sekilas RS Firdaus Sebelum dikenal dengan rumah sakit dengan spesialisasi penanganan paru, RS. Firdaus awalnya adalah sebuah klinik yang didirikan pada tahun 1995. Karena kebutuhan pasien akan pelayanan kesehatan yang makin berkembang maka pada tanggal 7 April tahun 1998 beliau mengajak teman-teman dokter umum lain untuk membuka praktek dokter bersama dan pada akhirnya dibukalah ”KLINIK FIRDAUS” dengan pelayanan  Praktek Dokter Bersama 24 Jam.

Dalam perjalanan dan perkembangan klinik FIRDAUS, setelah dilakukan evaluasi tentang kebutuhan dasar pelayanan kesehatan masyarakat dan atas dasar data medik yang dievaluasi, maka diperoleh kesimpulan bahwa pasien terbanyak yang datang berobat adalah pasien PARU dimana didalamnya termasuk penyakit yang mendominasi masyarakat lapisan bawah adalah Infeksi saluran napas atas, TBC paru, Pneumonia, Penyakit Paru Obstruksi Khronik, asma dan Kanker Paru.

Berdasarkan fakta dan tuntutan masyarakat akan kebutuhan pelayanan kesehatan khususnya dibidang PARU, maka arah pengembangan pelayanan kesehatan di klinik FIRDAUS lebih diarahkan ke pelayanan PARU dan menjadikan PARU sebagai layanan utama dan unggulan. Fokus RS Firdaus ternyata pada pelayanan BPJS terbaik.

Tulisan ini di peruntukan untuk acara kopdar Kubbu dan BPJ bekerja sama dengan RS firdaus jakarta


You Might Also Like

5 comments

  1. Pantesan cemilan di depan banyak berkurang :D acara baru mulai udah kekenyangan hehe

    ReplyDelete
  2. kecee kk .. jagoan ihh nulisnya.. mau berguru ah 😄😄

    ReplyDelete
  3. Aku pernah ketemu cowo ganteng, baik hati, saat mendaki gunung. Ketemu aja gitu, dia sendirian. Aneh kan? Trus aku nitipin jaket ke dia, sebab tas ku penuh. Ketemu lagi pas di puncak. Aku ga yakin dia manusia. Pulangnya dia aku intilin ampe bawah, sampe ada kejadian aku minjem gunting kuku aja dia punya. Ayak dia itu malaikat penjagaku di gunung. Pas pagi2 aku kedinginan dia ngasi aku air jahe. Udah di bawah itu aku mintai nomer hape. Tapi sekarang lost contact sih

    ReplyDelete

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh