Selamat hari Lahir Pancasila : Sudah Pancasiliais kah Kita?

June 13, 2018

Pancasila dasar negara

Rakyat adil makmur sentosa

Pribadi bangsaku

Ayo maju Ayo maju

Pasti kita tahu lagu ini. Dari kecil sudah didengarkan tentang lagu ini. Bahkan sampai sekarang lagu ini masih dinyanyikan. Tapi apa sekedar dinyanyikan saja?
Sumber : Wikipedia

Mari kira bergerak dari kejadian akhir-akhir ini. Banyak orang yang selalu meneriakan pancasila tapi tidak mengerti apa arti pancasila itu sendiri. Pancasila sebagai dasar Negara mengandung makna bahwa nilai nilai yang terkandung dalam pancasila menjadi dasar atau pedoman bagi masyarakat Indonesia.  Nilai dasar pancasila bersifat normatif dan abstrak yang bisa d jadikan landasan dalam kegiatan bernegara.

Pancasila tidaklah harus diteriakan saya pancasila atau saya paling pancasila. Pancasila cukup ada di dalam hati atau dilakukan dalam setiap perilaku. Setiap kehidupan kita harus tercermin dari dasar 5 sila yang ada. Mulai dari ketuhanan yang maha esa sampai keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Sekarang apakah kita sudah ada pancasila di setiap sendi kehiupan kita?

Sumber : Wikipedia


Sila pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa

Dalam pancasila simbol dari sila ini adalah bintang. Yang dapat diartikan sebagai penerang bagi umat manusia. Sehingga dalam berperilaku setiap harinya warga negara Indonesia diharapkan dapat berperilaku yang baik sesuai aturan dan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa.

Dari sila pertama apakah kita sudah sesuai dengan agama kita? Sekarang masih ada saja sentimen agama yang di angkat bahkan malah ada yang selalu mencampuri urusan agama setiap orang. Sekarang juga agama menjadi isu yang sangat tinggi, padahal agama adalah hal yang penting dan harus kita pelajari.

Dalam agama saya yaitu islam belajar agama harus full jangan setengah-setengah. Maka dari itu bagi kita yang mengaku pancasila harus bisa memahami makna ini sepenuhnya. Jangan mengambil setengah-setengah pelajaran agama kita dalam berperilaku keseharian kita.

Sila Kedua : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Simbol dari sila ini adalah rantai. rantai ini terbuat dari mata rantai segi empat yang saling mengait dan membentuk lingkaran. Rantai ini bermakna kita harus saling menguatkan antar masyarakat dan saling membantu.

Setiap sendi kehidupan kita harus ada seperti ini. Saling membantu dan menguatkan. Bukan saling mencurigai satu sama lain. Sedikit beda politik langsung di tinggalkan. Harusnya orang yang mendasari pancasila sebagai dasar negara tidak ada seperti itu. Adil selalu terhadap orang, tak memandang suku,agama atau ras bahkan pilihan politik.

Sila ketiga : Persatuan Indonesia

Simbol dari sila ini adalah pohon beringin. Simbol ini adalah Indonesia diibaratkan seperti “pohon” yang menjadi tempat bernaung seluruh rakyat Indonesia. Kita semua bernaung di pohon yang sama yaitu Indonesia

Tidak ada pembeda dalam diri kita, kita masih satu Indonesia. Tidak peduli dia jawa, aceh, atau papua semua bersatu bernaung di negara Indonesia. Kita harus bersama melawan segala ketidakadilan di negeri ini. Tidak ada kata tentang suku atau agama serta warna kulit.

Sila Keempat : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan.

Sila ini di berikan simbol kepala banteng. Banteng dikenal sebagai makhluk yang senang berkumpul dengan banteng lainnya. Ini sebagai simbol dalam menyelesaikan sebuah persoalan untuk selalu mengutamakan musyawarah.

Setiap orang yang paham dengan hal ini haruslah bisa menyelesaikannya dalam musyawarah. Semua hal harus diselesaikan. Saat ini hal musyawarah sudah sangat sulit, saat dalam rapat misalnya sudah ada yang beda pendapat di asingkan bahkan dalam bermasyarakat sudah beda style gaya baju sudah di kucilkan.

Sila Kelima : Keadilan Sosial Bagi seluruh rakyat Indonesia

Simbol dari sila ini berupa padi dan kapas. Padi merupakan simbol dari pangan, sedang kapas merupakan simbol dari sandang. keduanya merupakan kebutuhan dasar manusia. Dengan terwujudnya keadilan yang sosial, diharapkan kesejahrteraan bagi seluruh rakyat Indonesia dapat merata.

Apakah sekarang sudah adil? Masih banyak keadilan yang tak rata. Beda sedikit pandangan politik langsung tak bisa adil baik itu dalam hukuman ataupun dalam pekerjaan. Sekarang semua harus adil bila kita mau mengedepankan asas pancasila dalam diri kita.

Nah ngomong-ngomong tentang pancasila saya nonton film Lima bersama Shopback. Film yang diluncurkan bertepatan dengan hari pancasila ini sebagai cerminan dasar pancasila di kehidupan sehari-hari.

Sumber : Google Source

Satu cuplikan dari film ini yang masih saya ingat yaitu tentang dua perenang yang mau masuk pelatnas. Kedua orang ini berebut hati dari pelatihnya, satu perenang berkulit putih seorang china yaitu Kevin dan satu lagi berkulit coklat keturunan Indonesia yaitu Andre. Namun pada saat itu pemilik klub renang menginginkan Andre yang masuk pelatnas karena sudah ada “pesanan”. Saat nama keduanya diumumkan ternyata yang dipilih pelatih yaitu Kevin yang unggul dari Andre dari segi waktu dan kemampuan. Namun disatu sisi karena pemilik klub renang masih ingin Andre yang masuk pelatnas nama di ganti namun Kevin menjadi cadangan di pelatnas.

Melihat hal itu sang pelatih yaitu Fara yang di perankan oleh Atiqa Hasiolan berang dan memutuskan pengunduran diri karena tidak sesuai dengan idealismenya. Namun pada akhirnya kedua muridnya melakukan protes dan memberikan rekomendasi langsung ke pelatnas untuk memanggil pelatihnya untun melatih di tingkat pelatnas. Akhirnya atas rekomendasi tersebut sang pelatih kembali melatih di pelatnas.

Dari film tersebut saya bisa mengambil hal yang harus selalu di kedepankan saat ini yaitu profesionalisme. Tidak perlu melihat warna kulit, suku apa atau mata berbentuk apa bila memang memenuhi kualifikasi ya harus di masukkan. Tidak ada pandangan pendukung siapa dalam politik atau apapun lantas tidak di terima. Semoga hal ini tidak hanya di film saja tapi bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-sehari kita

Jadi sudah seberapa PANCASILAISNYA KITA??








You Might Also Like

3 comments

  1. Jadi ingat jargon yang viral beberapa waktu lalu, "Saya Indonesia, saya Pancasila"

    ReplyDelete
  2. Jadi sudah seberapa PANCASILAISNYA KITA??


    Jawabnya dalam hati saja ya dan diejawantahkan dalam perbuatan sepertinya lebih baik

    ReplyDelete
  3. Pancasila sampai saat ini masih menjadi dasar negara kita. Maka kita wajib mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh