Ayo Makan Ikan untuk Cegah Stunting

September 28, 2018

Stunting? Awal mendengar kata ini saya berpikiran sebuah kata yang memiliki arti yang sangat panjang di negeri ini. Stunting adalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.


Perilaku ini menjadi sorotan oleh WHO di Indonesia, karena negara ini mendapatkan posisi ke 5 jumlah anak yang terkena Stunting (kompas 2017). Wajar saja masalah ini menjadi perhatian yang sangat penting oleh pihak kementrian kesehatan. Kementrian kesehatan sendiri merilis dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2013) menyatakan bahwa 4 dari 10 anak (37,2%) mengalami stunting.

Masalah stunting ini ternyata banyak menyerang anak-anak. Edukasi tentang stunting ini harus dimulai dari sebelum menjadi ibu (remaja), kemudian saat hamil, memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan, dan pemberian makanan bergizi seimbang, terutama bagi anak usia dua tahun.

Banyak orang tua yang mengabaikan hal ini. Pengembangan diri dalam persiapan jenjang pernikahan hingga berkeluarga memang harus ditanggani serius agar masalah stunting tidak terjadi di Indonesia. WHO menyatakan bahwa 20% kejadian stunting sudah terjadi ketika bayi masih berada di dalam kandungan. Kondisi ini diakibatkan oleh asupan ibu selama kehamilan kurang berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit. Akhirnya, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran.

Selain itu, stunting juga bisa terjadi akibat asupan gizi saat anak masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi. Entah itu tidak diberikan ASI ekslusif ataupun MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas.

Stunting sendiri sebenarnya bisa di cegah. Menurut milenial change America (www.mca-indonesia.go.id) pencegahan ini bisa berupa :

1. Pemenuhan kebutuhan zat gizi bagi ibu hamil. Ibu hamil harus mendapatkan makanan yang cukup gizi, suplementasi zat gizi (tablet zat besi atau Fe), dan terpantau kesehatannya. Namun, kepatuhan ibu hamil untuk meminum tablet tambah darah hanya 33%. Padahal mereka harus minimal mengkonsumsi 90 tablet selama kehamilan.

2. ASI eksklusif sampai umur 6 bulan dan setelah umur 6 bulan diberi makanan pendamping ASI (MPASI) yang cukup jumlah dan kualitasnya.

3. Memantau pertumbuhan balita di posyandu merupakan upaya yang sangat strategis untuk mendeteksi dini terjadinya gangguan pertumbuhan.

4. Meningkatkan akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Berbicara tentang stunting saya kepikiran kembali tentang jurusan kuliah saya dulu. Saya yang merupakan alumni perikanan berpikir bahwa stunting ini bisa di cegah dengan asupan gizi yang cukup yaitu dengan cara makan ikan.

Memang kondisi sekarang bagi anak-anak atau orang dewasa di Indonesia konsumsi ikan masih rendah. Menurut kementrian kelautan dan perikanan data tahun 2011 tingkat konsumsi ikan nasional tahun ini baru mencapai 30,48 Kg per kapita per tahun yang artinya masih dibawah tingkat konsumsi ikan menurut pola pangan harapan sebesar 31,40 kg per kapita per tahun (okezone 2011). Pola konsumsi ikan kita ini masih cukup jauh denan konsusi ikan di jepang dengan rata-rata konsumsi ikan 60kg per tahun dan bila di bandingkan dengan negara tetangga kita Malaysia yang sudah mencapai sekitar 37 KG per tahun.

Wajar saja memang masalah ini berkorelasi dengan stunting yang notabene adalah masalah gizi. Saat ini di Indonesia yang merupakan negara kepulauan, makan ikan menjadi hal yang jarang dilakukan. Coba cek di menu makanan kita apakah ada ikan di setiap lauknya? Padahal ikan sendiri mempunyai kandungan yang sangat bermanfaat

Saya ambil contoh beberapa kandungan ikan yang ada di Indonesia



Dari data di atas lihatlah bahwa kandungan protein dari ikan yang ada dan sering di meja makan di rumah-rumah Indonesia. Saya ambil dari ikan lele, ikan yang banyak orang suka ini ternyata mempunyai kandungan protein yang sangat baik.

Ikan sendiri mempunyai Protein yangmemberi kontribusi terbesar dalam kelompok sumber protein hewani, sekitar 57,2%. Protein berkualitas tinggi (asam amino lysine  daya cerna tinggi);  Kandungan asam lemak omega 3 (DHA & EPA) tinggi; Vitamin A, D (larut dalam lemak & cenderung stabil);  Mineral (Iodium, Selenium, Phospor, Besi, Calcium, Zinc, dll);  Rendah kalori (cocok untuk DIET) Rendah lemak jenuh (HDL pada ikan lebih tinggi). (Gizi Depkes.Co.id)

Ikan merupakan sumber protein yang sangat mudah didapatkan saat ini di Indonesia. Ikan juga bisa banyak macamnya. Selain protein ikan juga memiliki kandungan omega 3. Sudah tahukan apa itu omega 3? Omega-3 adalah asam lemak esensial, yang artinya zat ini tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, sedangkan manfaat omega 3 ini cukup besar bagi kesehatan tubuh. Sebagai contoh untuk kecerdasan otak anak, kesehatan mata, jantung, bahkan mencegah penyakit kanker. Asam lemak esensial ini bisa di dapatkan dari makanan laut seperti ikan salmon, tuna, sarden dan makanan laut jenis lainnya seperti lobster dan udang. Juga dari beberapa jenis tanaman seperti kacang-kacangan, dan biji-bijian (Mediskus.com)

Ternyata ikan itu banyak manfaatnya kan? Bahkan Menteri kesehatan juga menyarankan untuk makan ikan. Menurut Menteri Kesehatan Nila F Moeloek “masyarakat mengubah mindset agar lebih senang makan ikan sehingga mendapatkan protein dari ikan. Seharusnya, ikan bisa menjadi makanan utama bagi masyarakat karena memiliki protein tinggi bila dimasak dengan benar. Berbagai jenis ikan, mulai ikan yang bertulang belakang, tidak bertulang (cumi-cumi dan gurita), hingga kerang-kerangan, menjadi kekayaan yang melimpah di Indonesia. Tidak hanya di lautan, ikan perairan daratan di Indonesia juga kaya, contohnya lele, mujair, dan nila”.
                           Ibu Menteri Kesahatan Memberikan Pemaparan tentang manfaat makan ikan (Sehat.kemenkes.go.id)

Maka dari itu saya sebagai alumni perikanan mengajak untuk terus mengkonsumsi ikan untuk mendapatkan gizi yang baik yang dapat mencegah stunting. Oh iya makan ikan tidak harus makan ikan secara langsung. Sekarang sudah banyak olahan ikan yang ada. Bila tidak suka makan ikan langsung dapat dicoba makan nugget ikan, brownies ikan hingga bakso ikan. Selain produk olahan ikan yang modern, olahan ikan tradisional pun bisa menjadi tambahan bagi asupan gizi dalam mencegah stunting seperti makan ikan pindang, ikan pepes atau ikan asin.


Sudah siapkan cegah stunting untuk anak-anak kita? Yuk mari makan ikan untuk pencegahan Stunting



sumber :
1. Buku 100 hari gizi nusantara (www.mca-indonesia.go.id)
2. 17 hal penting tentang omega 3 (www.mediskus.com)
3. Pentingnya makan ikan (Gizi.depkes.co.id)
4. Makan ikan cegah stunting (sehatnegeriku.kemekes.co.id)

You Might Also Like

20 komentar

  1. Miris ya, Indonesia negara kelautan tapi yg rajin konsumsi ikan masih minim --" Padahal konsumsi ikan adalah salah satu cara untuk mencegah stunting.

    ReplyDelete
  2. Makan ikan memang menyehatkan. Dan ternyata bisa mencegah stunting ya.

    ReplyDelete
  3. Kalo sampe kena stunting yg bahayanya adalah dampak pada perkembangan otak yg berpengaruh pada iq anak.. pengetahun2 kaya gini nih yg mesti viral dan banyak diketahui pasangan2 baru nikah.

    ReplyDelete
  4. Blognya imoet ya kayak orangnya hahaha. Kebiasaan makan ikan itu bagaimana kebiasaan makan dari kecil lho. Pun dengan kesadaran sendiri setelah dewasa pemahaman seseorang akan nilai gizi dalam ikan akan ada sih. Good luck

    ReplyDelete
  5. Ayo makan ikan, aku mah suka kalau diminta makan ikan, wong enak gitu ya mas. Asal pengolahannya ok, lanjutttt

    ReplyDelete
  6. Berapa sih tinggi badan anak yang dikategorikan stunting? Mungkin perlu juga ditambah penjelasannya bang

    ReplyDelete
  7. Kalo sampe kena stunting yg bahayanya adalah dampak pada perkembangan otak yg berpengaruh ke anak-anak, cuman sayang sekali di pasar ikan kesegarannya sangat kurang, jadinya saya lebih spending ke ikan di supermarket yang lebih mahal tapi ngga ada bau obat dan ngga takut sumber ikannya ga jelas.

    ReplyDelete
  8. Hah brownies ikan? Aku baru tau loh bang ternyata ada brownies yang berbahan dasar ikan.. Jadi penasaran sama rasanya loh bang..

    ReplyDelete
  9. Iya banget nih. Ikan kaya protein. Sangat berguna dalam mencegah Stunting. Tapinya sayang, belom banyak yang konsumsi ikan ya. Termasuk anak-anakku. Mereka kurang suka ikan.

    ReplyDelete
  10. Ayok rajin makan selagi Indonesia alamnya masih kaya. Biar ga ditenggelemin bu susi lho

    ReplyDelete
  11. Salah org tuaku dulu sih yg ga ngenalin ikan utk konsumsi sehari hari jadilah saya skrg ga suka makan ikan. Untung suami suka ikan jd anak anak bs dpt panutan

    ReplyDelete
  12. Ikan memang mengandung zat2 baik untuk tubuh terutama bagi perkembangan usia anak, ga hanya kemenkes Ibu susi dari Menteri perikanan pun sangat menganjurkannya

    ReplyDelete
  13. Kandungan gizi dalam ikan ternyata bisa cegah stunting yaa. Semoga saja akan banyak anak-anak yang gemar makan ikan. Tapi, tetap hati-hati karena ikan banyak tulangnya :D

    ReplyDelete
  14. Sebenernya seneng makan ikan, cuma ngolah ikan utk makan harian emang lebih ribet dibanding lauk lainnya.

    ReplyDelete
  15. Gue pecinta semua ikan kecuali ikan lele dul hahaha

    ReplyDelete
  16. Anak - anakku pada suka ikan, alhamdulillah.

    ReplyDelete
  17. Kalau bangdoel makan ikan cegah penambahan berat badan.. asal nasinya ga nambo ciek

    ReplyDelete
  18. Cakep. Juara deh. Stunting emang harus di Cegah. Ikan termasuk Makanan bergizi YG baik

    ReplyDelete
  19. Gw sering ngasih anak anak mkn ikan tp sering dibikin was was dg kondisi keamanan ikannya. Bebas dari bahan pengawet atau tidak. Padahal ikan segar dan dibeli di pasar ikan tp tetap saja masih bnyk yg mengandung bahan berbahaya. Smoga hal ini jd perhatian aparat terkait ya.

    ReplyDelete
  20. Eh baru tau kalau makan ikan bisa mencegah stunting. Setau saya ikan bagus memang buat kecerdasan otak anak. Sip sip ma kasih ilmunya.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh