[Review] Film 99 Nama Cinta

October 28, 2019

Film apa yang kamu sukai? Religi atau romantic? Hehe pasti keduanya adalah film yang seru kan bagi kita. Coba aja cek deh genre kedua film ini makin membludak. Tanggal 14 november nanti akan ada film tetang tema ini yaitu 99 nama cinta.

Sebelumnya saya sempat  mengulas tentang poster dan trailer film ini disini. Nah alhamdulillah banget Bang Doel kesempatan nonton di Gala Priemere film ini. Film yang ditulis oleh Garin Nugroho dan Daniel Fikri sebagai sutradara ini memang udah saya tunggu untuk di tonton.

Film yang mengambil latar tempat di dua kota yaitu kediri dan Jakarta ini di perankan oleh beberapa artis kenamaan Indonesia. Siapa yang tidak kenal Acha Septriasa (Talia), Deva Mahendra (Kiblat), Dzawin Nur (bamboo) dan masih banyak artis yang bermain di film ini.

Film yang dibintangi Acha Septriasa, Deva Mahenra, Donny Damara, Ira Wibowo, hingga Chiki Fawzi, Adinda Thomas, Susan Sameh, Robby Purba, dan Dzawin ini menghadirkan cerita berbeda.

Film ini bercerita tentang Talia yang merupakan presenter sebuah acara gossip di stasiun tv yang sempat kehilangan pekerjaanya karena ada kasus yang menimpa dirinya. Saat itu rating acaranya sedang naik namun karena ada kasus tersebut akhirnya acara harus diberhentikan dan di gantikan.

Saat itu hadir kiblat seorang ustad dan juga teman main masa kecil dari talia. Kiblat ini seorang ustad anak dari seorang kyai yang mempunyai ponpes dan merupakan anak dari teman orang tua talia. Kiblat ini disuruh mengajar ngaji Talia oleh ibunya Talia (Ira Wibowo)

Film 99 Nama Cinta  ini memang bergenre religi romantic. Tapi ternyata Deva Mahendra yang berperan seorang ustad dia belajar agar karakter seorang ustad tidak melenceng. Bahkan Deva belajar dari beberapa ustad untuk memperdalam karakternya. Ada salah satu scene yang Kiblat harus baca Al Quran secara langsung.

Meski bukan termasuk film religi, namun kisah 99 Nama Cinta yang disutradarai oleh Danial Rifki itu, sangat santun menuturkan romansa sepasang muda mudi yang saling jatuh cinta. Ada perasaan sayang, cemburu dan tentu saja hasrat ingin selalu dekat. Semua disajikan dalam kesantunan adegan dan dialog.

"Ini religi komedi, komedi religi, dan family yang dikemas dalam bentuk pop," Ujar Pak Muna Direktur Film ini. oh iya ternyata pak direktur ini juga main loh di film ini walau hanya sekilas. Film ini memang tak dipikirkan masuk genre mana tapi semoga bisa menjadi tuntunan bagi kita yang menontonnya.

Bahkan Garin Nugroho pun mengatakan banyak genre di film yang ditulisnya ini. sehingga tak bisa dimasukan dalam genre film apapun. 

Film ini menurut saya memang banyak mengangkat tema religi. Latar belakang pesantren sangat di kedepankan walaupun cerita di Jakarta banyak. Apalagi kehidupan khas pesantren ada di film ini. film ini juga banyak debut pemain baru seperti CHiki Fawzi dan Dzawin Nur.

Walaupun kedua ini sudah malang melintang di televisi ternyata baru film bioskop ini mereka tampil. Tapi memang kedua pemain ini memberikan bumbu yang berbeda. Chiki Fawzi yang menjadi anak teman bapaknya Kiblat menjadi pengajar kesenian di film ini. Dzawin yang merupakan Stand Up Komedian memnjadikan film ini banyak tawa di beberapa scene. Dzawin berperan sebagai ustaz teman dari Gus Kiblat.


Jadi sudah siap nonton film ini?? film yang setelah Acha vakum dan balik lagi? Atau nonton Deva Mahendra yang jadi Ustaz. Yoo tunggu film ini di tanggal 14 november nanti ya.

You Might Also Like

0 komentar

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh