Panen Paprika !!

December 05, 2017

Sudah puas menyusuri curug dan menanam pohon kegiatan kami tidak sampai disitu saja. Setelah istirahat selesai dan sedikit meminum kopi, perjalanan kami akhirnya kembali berlanjut. Cuaca dingin dan hujan tidak membuat semangat bang Doel dan kawan-kawan blogger terhenti. Siang itu kami akan mengunjungi Green House yang dikelola Bapak Udin Ketua Kelompok Tani kampung Tabrik.

Perjalanan yang berbeda seperti saat menanam pohon dan mengunjungi curug, jalur yang di lewati hanya menurun saja dan landai tidak terjal. Bang Doel yang bajunya sudah basah karena hujan masih bersemangat dan kuat berjalan. Jarak Green House ini tidaklah terlalu jauh hanya berjarak kurang lebih 2 Km dan bisa ditempuh selama 10 menit (ini beneran ya).

Menyusuri jalan setapak dan melewati ladang-ladang para petani membuat kami bersemangat sekali. Bahkan beberapa dari kami seperti anak kota yang baru masuk kampung berlarian di antara ladang. Perjalanan menembus ladang-ladang cabe dari petani binaan #AquaLestari dan #AquaCianjur membuat kami menambah senang.

Tidak beberapa lama kami sampai di tempat. Beberapa dari kami mulai sibuk mencari spot foto untuk mendapatkan foto yang bagus. Tiba-tiba pak Udin memanggil kami “hayo yang mau tau cara memanen paprika saha?” panggil beliau dengan bahasa sunda yang khas. Kami yang tadi masih sibuk berfoto ria akhirnya mendekat ke pak Udin. Satu persatu dari kami diajarkan bagaimana cara memanen paprika yang ada.

Paprika-paprika yang kami panen ini kebanyakan yang warna merah karena yang warna hijau sudah di panen sebelumnya. Memanen paprika ternyata ada tekhniknya yaitu dengan cara memegang ujung dari pangkal buah lalu memoteknya secara peralahan. Pemotongan ini dilakukan agar pohon-pohon tidak rusak dan buah juga masih sesuai dengan kondisinya. Cara memilih buah yang sudah siap panen yaitu buah yang berwarna merah dan tidak ada kerutan.

Beberapa teman-teman dari SMK pun sangat senang juga saat panen ini bahkan ada yang nyeletuk “Duh lupa euy bawa karung bisa banyak neh bawa paprikanya”. Tiba-tiba kepikiran juga mau ambil banyak tapi apa daya tidak bawa tempat yang besar alhasil cuma bawa beberapa paprika saja.

Paprika-paprika dari hasil panen ini biasanya di jual langsung ke daerah-daerah sekitar dan bahkan masuk ke ritel-ritel besar di Jakarta. Paprika ini biasa dibikin perpaket berisi 2 buah dengan berat sekitar 500gram dan harga jualnya sekitar Rp. 35.000 saat sudah masuk pasar. Pada awalnya petani-petani disini hanya menanam tumbuhan seperti cabai, kubis dan tomat. Tanaman-tanaman ini juga termasuk yang laku di pasaran namun dengan adanya penanaman paprika ini menjadi tambah pendapatan karena paprika merupakan komoditi yang banyak dicari dan mahal harganya.

Seluruh perawatan dari tanaman ini murni organik. #AquaLestari memberikan pendampingan kepada para petani untuk mendapatkah hasil yang baik dari pertanian ini. Penggunaan pupuk dan pestisida juga dibuat alami dari bahan-bahan yang ada di sekitar. Konsep Green House di pertanian ini juga ada beberapa modifikasi seperti bambu-bambu dari penyangga ini bisa menampung air dan membuat embung di dekat Green House.

Konsep pertanian ini membuat penduduk mendapatkan hasil yang berlebih. "Dahulu penduduk mengandalkan nasib melalui tani, jika sedang bagus maka hasil panen  juga bagus, tapi jika nasib tidak baik yaa hasil panen pun seadanya. Namun setelah beralih konsep pertanian dari konvensional yang selalu mengandalkan bahan-bahan kimia ke konsep pertanian ecofarming, kami para petani tidak lagi mengandalkan nasib melainkan hasil panen kami yang bagus malah keteteran dengan  permintaan pasar" ujar pak Udin.



Tak terasa hari sudah sore, kami kembali ke saung awal sambil menikmati bala-bala hangat dan bersiap menuju hotel. Satu hari yang melelahkan, sudah menanam pohon,menyusuri curug dan terakhir kita panen paprika. Masih ada hari esok, hari terakhir kita akan visit ke pabrik Aqua. Bagaiamana keseruanya? Nantikan di cerita bang doel yak.

  • Share:

You Might Also Like

4 comments

  1. baca ulasan ini, aku jadi mikir, paprika enaknya dimasak apa ya, haha.. smg eco farming kayak gini makin manjemur ya dan bs membantu memberdayakan ek warga^^

    ReplyDelete
  2. Paprikanya edun, renyah dan ada manis-manisnya gitu ��

    ReplyDelete
  3. Dengan konsep perkebunan organik seperti ini, konsumen tidak perlu khawatir dengan bahaya pestisida, ya. Selain itu juga bisa memastikan kegiatan perkebunannya langgeng karena lahan tidak rusak dengan residu bahan kimia. Bagus sekali, mereka memikirkan kelangsungan hidup semua orang. Tentu saja lumayan banget kalau paprikanya bisa dibawa pulang, yang mana jadi bahan baku nikmat untuk sayur-mayur, hihi...

    ReplyDelete
  4. Paprika yang dibudidayakan dengan cara organik memang sangat digandrungi pasar, khususnya ketika hendak hajat pesta pernikahan, Paprika adalah yang sangat dicari, apalagi cara mendapatkannya melalui panen Paprika yang dilakukan sendiri....asik deh

    ReplyDelete

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh