Sueger Camp 2018 : Dari Kebun Tembakau Hingga Pabrik Cerutu Semua Ada di Jember

September 12, 2018

Jember? Apa yang kamu pikirkan dari kota ini? Kabupaten kecil yang terletak hampir di ujung timur pulau Jawa. Pergi ke Jember itu terakhir kali saat saya SMP. Yupz sekitar 15 tahun yang lalu, saat masih kecil dan belum tau apa itu artinya cinta #eh. Setelah 15 tahun berlalu akhirnya saya dapat undangan kembali ke kota ini dari temen-temen blogger Jember.

Acara yang dikemas seperti kemping ceria ini diadakan dari tanggal 1 september 2018 sampai 2 september 2018. Acara ini mengundang blogger keren dari pelosok pulau Jawa. Total ada 15 blogger yang hadir ke acara ini. Rame banget ya? Banget laaahh.. hahaha

Perjalanan saya menuju ke kota ini lumayan panjang euy. Berangkat dari Jakarta di tanggal 30 dan baru sampai di kota ini di tanggal 31 pagi. Total 20 jam perjalanan saya menggunakan kereta api dari Jakarta untuk menuju kota ini. Kota ini dapat di tempuh dengan berbagai cara mulai dari Bus hingga Pesawat. Jadi untuk temen-temen yang mau ke kota ini tidaklah sulit kok.
Dari Berbagai Penjuru kami Hadir

Pagi jam 08.30 kereta api Probowangi dari Surabaya merapat ke Stasiun Jember. Saya yang dari Jakarta hanya bertiga sama Aris dan Mas Salman ternyata banyak teman-teman blogger yang bareng di kereta yang sama. Pagi itu kamu di jemput sama Mba Prita HW beserta teman-teman blogger Jember lainnya.

Sarapan di Gudeg Pecel Lumintu


Muka lelah dan kucel kami pun terlihat di wajah-wajah kami namu wajah itu mulai berubah saat pagi itu kami diajak sarapan ke Rumah Makan Lumintu. Rumah makan ini ternyata rumah makan legendaris di kota ini. Rumah makan ini menyajikan menu yaitu Gudeg Pecel. Kagak kebayang kan gudeg yang manis bercampur dengan kuah pecel yang gurih itu gimana? Kalau penasaran ya ke Jember aja.
Gudeg Pecel Lumintu

Bang Doel sendiri memesan gudeg pecel pake ayam. Jadi nanti gudeg pecel ini disediakan toping-toping yang ada mulai dari ayam, jeroan hingga telor. Sarapan yang telat membuat perut sudah keroncongan sekali karena terakhir kami makan di Surabaya jam 03.00.  Tak berapa lama pesanan pun datang dan tanpa ditunggu-tunggu kamipun memfotonya terlebih dahulu. Iyaa wajar lah sama blogger para pengabdi konten. Tidak lama foto-foto, sendok pun mulai berdentang diantara piring-piring kami. Ya wajar lah sudah sangat kelaparan.

Setelah puas sarapan di Lumintu akhirnya kami pun meluncur menuju hotel. Hotel kami ini terletak di dekat pusat kota Jember. Hotel Lestari itu nama hotel kami untuk berisitirahat. Tidak berapa lama kami pun memasuki kamar dan istirahat. Yupz perjalanan 20 jam memang melelahkan.

Hari itu memang hari kosong tidak ada agenda dan baru mulai malam harinya. Beberapa blogger pun blusukan ke beberapa tempat. Ada yang ke museum huruf dan sekedar menonton bioskop di Jember. Eh iya Jember sekarang ada bioskopnya, dulu mah boro-boro ada. Mall aja kagak ada iya 15 tahun lalu.

Malam harinya kami pun makan di hotel dengan suguhan nasi jagung khas kota ini. Hotel yang kami inapi ini ternyata salah satu hotel tertua di Jember. Pantas saja modelnya klasik dan jadul banget dari interior sampai gaya penempatan mejanya.
Pak Teguh Pemilik Hotel Lestari

Malam pun mulai merayap gelap, makan malam sudah habis dan wedang cor yang disuguhkan kekami sudah mulai habis. Wedang Cor? Apaan tuh? Yups ini adalah salah satu minuman dari Jember yang berisi tape ketan serta ditambah susu dengan air jahe didalamnya sehingga memberikan efek hangat ditubuh.
Wedang Cor

Setelah acara malam itu kami istirahat karena kegiatan kami masih panjang dan padat. 

Jember Kota Tembakau


Saat ngeliat rundown yang dibagikan oleh panitia, saya sempet berfikir ngapain sih ke pabrik tembakau? Buat apa gitu kesana-kesana. Ternyata kunjungan ke tempat ini dibayar lunas dengan kegiatan yang super gokil. Saya di ajak ke kebun tembakau hingga ke pabrik tembakau yang ada di Kota ini.

Ternyata Jember itu memiliki salah satu sumber devisa kabupatennya dari tanaman ini. Kebun tembakau ini luas banget dan ternyata proses dari penanaman hingga sampai berbentuk cerutu atau rokok itu panjang sekali. Mulai dari menanam hingga proses pengeringan yang tidak mudah. Ternyata juga logo dari kabupaten Jember daun tembakau loh

Perkebunan Tembakau Hingga Pabrik Cerutu


Pagi itu kami mengunjungi perkebunan tembakau milik BIN ( Boss Image Nusantara). BIN sendiri mempunyai bisnis tembakau dari hilir hingga hulu jadi mereka mempunyai kebun sendiri hingga pabrik cerutu sendiri.

Tembakau yang ditanam di perkebunan ini jenis Na-Oogst. Daun tembakau dari jenis ini digunakan untuk membungkus cerutu. Setiap daun mempunyai standart sendiri. Kadar air dan salinitas pun harus dijaga karena mempengaruhi daya bakar dan rasa. Daun tembakau ternyata yang dipetik itu dari bawah bukan dari atas. Diambil 10 helai setiap harinya, agar tidak terlalu mempengaruhi hidup dari tanaman tembakau itu sendiri.

Setelah dipetik, daun-daun ini dibawa ke gudang dan simpan. Proses di gudang ini juga sangat panjang. Bisa 20 hari sampai daun-daun ini kering dan siap dimasukkan kedalam pabrik. Oh iya tembakau-tembakau ini digudang di gantung dengan tali dan di taruh diatas. Beberapa gudang yang kami masukin mulai tercium aroma tembakau yang mulai mengering dan setiap tembakau ini dipantau kualitasnya. Cek kualitasnya dengan cara menarik daun tembakau itu dan bila sobek maka kualitas belom terpenuhi. Cara pengeringan ini dinamakan dengan Sujen


Puas melihat-melihat di lahan perkebunan dan gudang pengeringan tembakau. Kami pun diajak menuju tempat pembuatan cerutu. Yeah cerutu bukan rokok, sudah tau kan beda dari produk ini? Bedanya menurut pak imam dari BIN yaitu cerutu itu dihisap tetapi asap tidak dimasukan kedalam pernapasan dan langsung dibuang. Usut punya usut kenapa bisa begitu karena cerutu itu full dengan tembakau dan beberapa orang yang mencoba menghisap pun terbatuk-terbatuk karena beda dengan rokok.

Fyi saya sempat terkagum dengan BIN ini. Mereka menjual oleh-oleh yang beda yaitu cerutu. Iyapz cerutu dijadikan oleh-oleh. Kagak kebayang kan cerutu dijadikan oleh-oleh. Cerutu-cerutu ini dipasok ke hotel-hotel yang ada di kota-kota besar di Jakarta, Surabaya dan Semarang. Di tempat ini juga ada cerutu yang senilai 4 juta rupiah (kagak kebayang kan cerutu apa kaya gitu).

Oh iya untuk sampai menjadi cerutu ini diperlukan sekitar 300an tangan hingga sampai menjadi satu produk. BIN sendiri pun mempunyai kualitas sendiri dalam memproduksi cerutunya. Walau cerutu dari BIN belum setenar Kuba tapi setidaknya pak Presiden Jokowi pernah mengunjungi produksi cerutu ini.

Sudah puas melihat industri tembakau dari hulu ke hilir? Oke sebelum hari beranjak sore kami mengunjungi salah satu tempat yang berbau tembakau juga. Museum tembakau nama tempatnya. Letak museum tembakau ini tidak jauh dari pusat kota. Dekat dengan kampus UNEJ juga.

Berkunjung Ke Museum Tembakau


Museum ini menjadi satu dengan perpustakaan. Jadi kalau ada yang mau meminta data bisa kesini untuk riset dan sebagainya. Museum ini menyajikan cerita tentang tembakau yang tidak hanya sebagai bahan dasar rokok tetapi juga bisa menjadi obat. Banyak info menarik disini. Tembakau juga tidak hanya dibuat sebagai rokok dan cerutu ada prototipe tentang minyak wangi dari tembakau yang wanginya enak hingga batik cap tembakau.


Sebenarnya perjalanan kami sangat panjang dan malam ini kami kemping di Taman Botani Sukarambi. Namun saya masih tetap dengan pakem saya dalam menulis kalau sudah lebih dari 1000 kata harus dihentikan. Tenang saya akan cerita di Taman Botani Sukarambi di tulisan berikutnya. Stay tune ya.. Insya Allah dua Hari sayang eh Tayang




You Might Also Like

19 comments

  1. Wkwkwk Bang Doel ada pakemnya nih btw, gokil. Ngakak gw Doel. Ga nyesel kan ke Jember, hehe

    ReplyDelete
  2. seru banget inii kaa, mau dong kapan-kapan diajak main ke kebun seperti ini

    ReplyDelete
  3. Penasaran sama penampakan cerutu seharga Rp.4juta kaya gimana ya?
    Kalau saya boleh pilih, dari pada dapat oleh2 cerutu Rp.4juta, mau pilih tuker sama oleh2 smartphone aja deh. Hahah... Rp.4 juta smartphone nya udah mumpuni tuh...

    ReplyDelete
  4. Kulinernya bikin perut keroncongan, hadeuh... :-D

    ReplyDelete
  5. Lihat gudeg pecel bikin ngiler, Bang. Eh btw aku baru tahu ada batik cap tembakau. Adakah jepretan hasil kain yang udah jadinya?

    ReplyDelete
  6. Seneng banget bisa jalan-jalan berfaedah ke luar kota bareng teman2 blogger, soalnya belum pernah *kesian. Salfok sama nasi pecelnya, langsung ngencess.

    ReplyDelete
  7. seru ya bisa jalan - jalan gini barengan pula.

    ReplyDelete
  8. Setiap bertamu ke rumah warga, disajikan tembakau ya, mas...
    Seru ya...

    ReplyDelete
  9. Duh banyak hal menarik ya di Jember, ternyata ada cerutu harga selangit, mungkin cerutu yang kayak difilm-film mafia yang diisap sama ketua genk mafia hehehe

    ReplyDelete
  10. Ya ampun dul indahnya hidupmu bisa ke tempat bagus dan bisa menikmati kuliner indonesia

    ReplyDelete
  11. Siap deh, nunggu cerita lanjutannya. :)

    ReplyDelete
  12. Padahal yang kutahu kalau kota tembakau itu Temanggung. Ternyata di Jember ya?
    Suasananya juga seger banget bang. Apalagi kalau itu sayuran. Udah pengen masak aja rasanya hehe

    ReplyDelete
  13. Wah seru pasti acara jalan-jalannya Terutama menambah pengetahuan tentang kota Jember penghasil tembakau terbaik. Kalau kulinernya enak gak mas?

    ReplyDelete
  14. cerutu sama daun tembakau dilinting kaya orang jaman dahulu beda gak sih bang dul? jaman dulu rumah mbahku selalu bau tembakau karena selalu ada daun tembakau yg fresh lagi dikeringkan, baunya khas jadi kalau ada bau tembakau reflek inget rumah mbah dan segala kenangannya :D

    ReplyDelete
  15. Hahahaaa..aku ga ada pakemnya banb doel,lupa diri deh nyeloning aja trus jari ampe kriting nih. Btw pokonya seneng banget , tapi aku ga makan gudeg pecel ituuu, mauuu..

    ReplyDelete
  16. Duh Bang Doel.. Sarah ama Jenab gak ikut ke Jember? heheh.. Semoga ada kesempatan ngetrip bareng lagi yaa.. ke Jember lagi juga boleh..

    ReplyDelete
  17. Doel, cerutu sama rokok itu berbahaya mana sih? Terus cobain minyak wangi tembakau, ga?

    ReplyDelete
  18. Seru ya kak, selain bisa refreshing,acara eksplor jember kemarin bisa buat nambah pengetahuan tentang kearifan daerah jember ya kak. .

    ReplyDelete
  19. cadas bang doel, ternyata begitu khas cerutu ya, jadi inget che guevara

    ReplyDelete

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh