Jalan Kaki Aja Yuk Biar Sehat Dan Mengurangi Polusi

August 26, 2019

Jalan Kaki?? Bagi saya ini hal yang biasa. Hampir setiap hari saya  kalau dekat jalan kaki, biar sehat dan lagipula irit. Jalan kaki memang sangat enak, selain sehat juga saya bisa melihat keadaan saat saya jalan. 

Kenapa sih jalan kaki?

Walau badan saya agak besar, tapi untuk jalan kaki saya masih kuat kok. Ya 1 hingga 10 km masih kuat lah walau jalannya agak lambat. Saat ini rata-rata orang Indonesia sangat minim dalam hal berjalan kaki, rata rata hanya 3000 langkah/hari, seharusnya minimal 6000 langkah/hari atau idealnya 10.000 langkah/hari. Kondisi ini menyebabkan faktor resiko terkena penyakit non infeksi di Indonesia karena kurang gerak fisik berdasarkan data dari Kemenkes meningkat dari semula 26,1 % (2017) menjadi 33,5 % (2018).

Nah kan itu pentingnya jalan kaki bagi kesehatan dan diri kita.

Selain itu dengan jalan kaki juga bisa mengurangi polusi dan lingkungan karena kita tidak menggunakan kendaraan. Apalagi Jakarta yang kotanya saat ini sudah banyak polusi. kemacetan akibat tingginya penggunaan kendaraan pribadi (bermotor) menyebabkan polusi udara parah yang berdampak serius bagi kesehatan. Selain itu tingginya penggunaan kendaraan pribadi terutama 2 sepeda motor menyebabkan kecenderungan masyarakat menjadi kurang bergerak sehingga resiko terkena penyakit non infeksi menjadi semakin tinggi pada usia muda

Kalau Dekat Jalan kaki aja yuk

Saat  hari  Senin 19/8/2019 sampai dengan Kamis 22/8/2019 BPTJ dan Kemenhub mengadakan kampanye #JalanHijau. Kegiatan yang dilakukan adalah turun ke jalan menyampaikan pesan-pesan apresiasi kepada masyarakat yang telah melakukan kegiatan berjalan kaki dan menggunakan angkutan umum serta ajakan untuk menggunakan angkutan umum bagi mereka yang masih menggunakan kendaraan pribadi.

Apresiasi diberikan juga kepada para pejalan dan pengguna transportasi umum dengan pembagian tumbler serta kipas yang lewat. Saat itu Bang Doel ikut kampanye di sekitaran halte MRT Dukuh Atas. Disana memang jalur orang banyak menuju kantor karena ada stasiun krl dan MRT.

Kegiatan ini dilakukan bersama taruna/ni Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Selain di Jakarta, ada juga di Bekasi dan Depok untuk kegiatan ini. Jadi memang kegiatan ini untuk apresiasi bagi seluruh pengguna kendaraan umum di kota-kota sekitar Jakarta.

Para taruna/ni ini membagikan tumbler dan kipas dengan berpakaian warna kuning dengan slayer hijau. Ternyata pakaian ini mempunyai makna yaitu Warna kuning memberi makna sinar matahari, sesuai dengan pendekatan penyampaian pesan yang dilakuan dalam kampanye ini yaitu pendekatan benefit kesehatan. Aktifitas berjalan kaki dan menggunakan angkutan umum akan banyak terpapar sinar matahari yang berdampak pada kesehatan. Sementara warna putih yang berarti bersih, mewakili makna ketulusan dan kesediaan untuk melakukan aktifitas berjalan kaki dan menggunakan angkutan umum massal untuk kepentingan bersama. Makna ramah lingkungan (go green) diwakili dengan penggunaan syal hijau oleh setiap petugas.

Apresiasi ini bertujuan untuk mereka yang dengan kesadaran sendiri melakukan hal tersebut secara langsung telah memberikan kontribusi dalam mengurangi kemacetan dan sekaligus kesehatan lingkungan. Sehingga bisa membawa pesan kepada para pengguna kendaraan pribadi untuk berjalan kaki dan menggunakan kendaraan umum.

Tujuan kampanye #JalanHijau memang bertujuan untuk mendorong semaksimal mungkin masyarakat untuk berpindah dari kendaraan (bermotor) pribadi ke angkutan umum massal dan berjalan kaki. Dengan berjalan kaki kita bisa menjaga lingkungan sekitar kita.

Jadi gimana?? Kalau deket jalan kaki aja 



You Might Also Like

2 komentar

  1. Budaya di negara Qt memgenai jalan kaki kurang memdapat respon yang kurang signifikan. Denhan adanya kampanye ini semoga bisa banyak orang yg tertarik. Harus sering2 di gaungkan nih kampanye positif seperti ini.. mantul...

    ReplyDelete
  2. Setuju banget! Saya juga memilih untuk jalan kaki dan naik kendaraan umum. Tapi buat yang kerja di sekitaran Sudirman-Thamrin, jalan kaki sudah umum kok. Saya suka jalan kaki ke Dukuh Atas, ada saja orang lain yang juga jalan. (Yang paling banyak tetap yang naik bus GR1 gratisan, sih.) Buat saya, jalan kaki itu sekaligus olah raga ringan. Plus main Pokemon Go. Hahaha!

    ReplyDelete

Terimakasih sudah coment.. kalau bagus silahkan share tulisan ini... terimakaasihhh